Mari Kita Menebak Apa Judul Film Horor Indonesia Berikutnya

Posted in stories with tags , , on January 30, 2010 by roy saputra

Oke, first thing first. Url forwarder yang selama ini gua pake (doroymon.co.cc) udah expired. Jadi kalo mau berkunjung ke blog ini, langsung pencet aja alamat aslinya, yaitu:

http://katakdankodokbersaudara.wordpress.com

Sekarang, mari kita lanjut ke isi postingan ini yang sebenarnya, yaitu tentang FILM HOROR INDONESIA.

Ini udah yang kesekian kalinya gua nulis soal film horor Indonesia. Secara ga langsung sih, gua sebenernya udah promosiin film-film ini, meski isinya kebanyakan menghina-dina. Well, I think they should start paying me for this.

Hi bro, sis, dan para ABG ramires (rambut miring ga beres).

Di Indonesia, film horor masih menjadi primadona di antara jenis film lainnya. Dan makin lama judulnya makin ga karu-karuan. Ga cuman itu, film horor kini makin banyak diselipin adegan sensual.

Tengoklah dua judul terakhir. Suster Keramas dan Hantu Puncak Datang Bulan. Gua ga tau apa yang horor dari seorang perawat ketombean lagi cuci rambut, tapi Hantu Puncak Datang Bulan sungguh membuat gua terperangah (cailah). Gua langsung bertanya-tanya; apakah hantu ini bersayap dan bisa ngisep darah? Dan kalo malam biasanya lebih tebal dan lebih panjang? Ini hantu apa soptek?

Dan kalo kita liat posternya, sebetulnya ada judul yang lebih tepat untuk film ini.

Setan Grepe-Grepe

Setan sih setan, men. Tapi tuh tangan jangan bergerilya gitu dong. Dan kalo kita liat mukanya, itu sepertinya gabungan antara Michael Myers-nya Halloween dengan vokalis band Kuburan. Mungkin aja pas udah ngangkat golok tinggi-tinggi buat motong korbannya, dia tiba-tiba berhenti trus malah nyanyi:

“Lupa, lupa, lupa, lupa. Lupa lagi caranya.”

Who knows.

Anywaaaaay, mari kita nebak-nebak apa judul film horor Indonesia berikutnya. Apakah Setan Matematika?

*Scene: kamar tidur, anak SMP lagi belajar mati-matian buat ujian Matematika besok.

Anak SMP: Waduuuuuh, mati dah! Gua ga bisa-bisa nih!

Tiba-tiba Setan Matematika nongol dari pojokan kamarnya. Setan ini berbentuk penggaris… kok ga serem ya? Oke, oke. Setan ini matanya ada tujuh, gondrong, dan pake roller blade. Si Anak SMP kaget dan jerit-jerit.

Setan Matematika: Berapa tujuh pangkat dua kali tigaaaa… berapa… berapaaaa?
Anak SMP: Tidak! Tidaaaaaaak! TIDAAAAAAK!
Setan Matematika: Berapa akar dari tujuh ratus lima puluh enam… berapa… berapaaa?
Anak SMP: Gua belom nyampe bab itu. Belom! Beloooom! BELOOOOM!

Karena ga bisa jawab, si Anak SMP digiles roller blade ama si Setan.

Lalu apa dong judul film horor berikutnya? Apakah judulnya harus nyerempet-nyerempet sensual? Bagaimana dengan judul Tiga Hantu Menumpang Mandi?

*Scene: di sebuah ladang pedesaan yang sepi, ada petani tua lagi di deket sumur

Petani: Sore-sore gini enaknya mandi nih. Nimba dulu ah.

Tiba-tiba muncul tiga hantu serem tapi bahenol. Tiga hantu ini diperankan oleh tiga bersaudara artis yang sudah terkenal dengan kebahenolannya, yaitu Sarah Azhari, Rahma Azhari, dan Dr Azhari (lho?).

Hantu 1: Pak, itu ada sumur di ladang?
Petani: Iya. Ada.
Hantu 1: Boleh kita menumpang mandi?
Petani: Boleh.
Hantu 2: Pak, ada umur panjang?
Petani: Ada kali ya.
Hantu 2: Boleh kita berjumpa lagi?
Petani: Lho, kok jadi baca pantun? Dan, kok Eneng ini dari tadi nanya-nanya mulu sih?
Hantu 3: Jadi gini, Pak. Tadi Bapak udah jawab 3 pertanyaan dari kami. Satu pertanyaan harganya 50.000. Jadi Bapak dapet 150.000!
Petani: Lho? Ini ada apaan sih?
Hantu 3: Bapak lagi masuk acara… KENA DEH!

Jadi apa ya judul film horor Indonesia berikutnya? Setan Ketek Berdarah? Hantu Jambul Ijo? Setan Pempers Indonesia? Ah, entahlah.

Hantu 1: Eh, Mas blogger.

Eh iya. Ada apa, Neng?

Hantu 1: Kalo yang kuning, kotak dan tinggal di dalam nanas di bawah laut itu siapa ya?

Spongebob?

Hantu 1: *ngasih duit 50 ribuan* KENA DEH!

Kaleidoskop 2009

Posted in stories on December 31, 2009 by roy saputra

Januari 2009

Polisi: Kamu saya tangkap!
Gua: Lho, saya kenapa ditangkap, Pak? Kan tadi saya udah bilang inglo.
Polisi: Lu kate maen petak umpet?!
Gua: Lah? Trus kenapa, Pak?
Polisi: Soalnya isi blog kamu mencemarkan nama orang lain.
Gua: Ah, masa?
Polisi: Ah, iya.
Gua: Gengsi dong.

Dan sejam berikutnya, tampak gua dan seorang polisi sedang maen pok ame-ame.

Tahun 2009, diawali dengan pernyataan “GAK BOLEH NGELUH”. Ini didasari oleh kejadian penangkapan seorang ibu yang bernama Prita Mulyasari. Ia sempat dipenjarakan karena “mengeluh” di dunia maya. Alhasil banyak orang yang berang dan mendukung pembebasannya. Aksi “memenjarakan” Prita ini dianggap sebagai pembatasan berekspresi dan berpendapat di ruang publik.

Februari 2009

Kalo di Jepang ada Hatori, di Indonesia ada Ponari.

Ponari adalah bocah yang tiba-tiba aja menjadi dukun. Kalo Titi mendadak dangdut, maka Ponari mendadak dukun. Berbekal batu ajaib, bocah umur 9 tahun ini bisa mengobati berbagai macam penyakit dengan cara mencelupkan batu ajaib itu ke dalam gelas yang akan diminum oleh pasien. Dalam sehari, Ponari kedatangan ratusan bahkan ribuan pasien. Konon, batu ajaib itu adalah batu biasa yang tersengat kilat waktu hujan. Kisah ini menginspirasi gua yang jadi rajin megangin batu di saat hujan. Bukan dapet batu ajaib, yang ada gua malah masuk angin.

Ponari punya adik yang sama mujarabnya. Kalo Ponari bisa menyembuhkan penyakit, maka adiknya bisa mengembalikan ion tubuh yang hilang. Namanya Pocari.

Maret 2009

Kampanye legislatif semakin memanas.

Demi sebuah kursi, si Akang maen tinju. Ga hanya sampe di situ, karena makin hari makin panas.

“Ampun, Om! Ampun! Besok nyoblos Om deh. Janji ga nakal lagi! Auuuuuuwww!”

Yang ini udah bawa-bawa golok aja. Tuh kan… Panas abis! 

April 2009

Demokrat menang Pemilu Legislatif. So boring.

Mei 2009

Manohara menggila.

Gadis belia berwajah boros ini menjadi bintang di bulan Mei. Dengan kasus morotin pangeran dari negara tetangga, ia merajai isi dari acara gosip di semua stasiun. Tebet, Pasar Minggu, ampe stasiun Pondok Cina. Eh, maksud gua stasiun televisi. Dengan kekuatan ramuan Madura serta didukung penuh oleh mentor yang berpengalaman (ibunya -red), ia giat mencari dukungan.

Awal-awal sih pengen ngedukung, tapi pas ketauan belangnya males juga kali yeeee. Mending ke laut aje kali yeeeee.

Juni 2009

Si Mamat ulang taon. (saking ga nemu hal yang seru di bulan Juni)

Juli 2009

SBY menang pemilu Presiden. Double boring.

Agustus 2009

“Benar ku mencintaimu, tapi tak beginiiiiii…”

Anang – Krisdayanti bercerai. Duet maut ini sering dijadiin teladan buat pasangan suami istri. Tapi tak dinyana (ciee banget bahasanya), si duo teladan pun berpisah. KD dikabarkan punya PIL (pria idaman lain), sementara Anang punya gitar. Oke, yang terakhir emang ga nyambung. Akibat PIL ini, Anang memutuskan untuk menceraikan si Diva, meski sebetulnya si Anang masih mencintainya… tapi tak beginiiiiiiii!

Proses percerainnya pun terhitung lancar. Mungkin karena menurut mereka ini jalan yang terbaik… tapi tak beginiiiii! Banyak juga yang menyayangkan perceraian keduanya karena baru aja mereka merilis album kado pernikahan mereka yang bertajuk “10 tahun pertama”… tapi kok beginiiiiii!

Oke, kita lanjut ke bulan berikutnya… tapi tak beginiiiiii! (Nang, Nang, lagu lo terngiang-ngiang banget nih!)

September 2009

Gempa berkekuatan lebih dari 7 SR mengguncang Sumatra bagian barat. Ratusan korban berjatuhan. Indonesia kembali berduka setelah belom lama juga Tasik dan sekitarnya juga digoncang gempa. Tapi Indonesia pasti bisa bangkit. Ayo Indonesia!

Oktober 2009

Kontroversi Miyabi ke Indonesia.

Rumah produksi Maxima ngotot untuk mendatangkan Miyabi, seorang bintang film porno asal Jepang, meski mendapat banyak penolakan di sana sini. Film yang ingin diberi judul Menculik Miyabi ini mendapat sorotan tajam, terutama dari MUI.

Hal ini menggagalkan rencana seorang produser ngawur dari rumah produksi Max’erot yang tadinya ingin membuat sekuel dari film Menculik Miyabi, yaitu Mencolek Miyabi dan akan ditutup dengan trilogi Mencolok Miyabi. Setelah gagal mendatangkan Miyabi ke Indonesia, produser ngawur tersebut akan berusaha mendatangkan adik Miyabi yang ga kalah hot, yaitu Miyako (rice cooker).

November 2009

A: Eh, eh, kalo mau nyicil mobil mending mulai tanggal 20 Desember 2012.
B: Kenapa mesti tanggal segitu?
A: Besoknya kiamat cuy! Jadi ga usah bayar! Gratis!
B: Tapi kita nya juga mati, lontong. Itu esensi dari kiamat.
A: O iya ya.
B:

Heboh film 2012 membuat MUI bangun dari tidurnya dan kembali menjalankan tugasnya. Sebuah film box office dari Amerika yang berjudul 2012 dicekal dan minta peredarannya ditarik dari Indonesia. Di saat bersamaan, film-film horor berbau mesum makin lincah di kancah perfilman Indonesia. MUI-nya kemana ya?

Desember 2009

Salah satu orang hebat di negeri ini wafat.

Gus Dur (1940 – 2009)

Presiden ke-4 RI ini tutup usia pada tanggal 30 Desember 2009, sekitar pukul 6 sore. Bapak bangsa ini merupakan pahlawan bagi kaum minoritas, penegak demokrasi yang unggul, dan seorang visioner yang hebat. Saat ini, gua cuma bisa bilang:

It’s too soon for you to go. We still need you.

Hari ini tanggal 31 Desember 2009. Ga lama lagi udah 2010. Dan di momen yang pas ini, gua pengen ucapin:

Happy New Year 2010! May all your dreams can be fulfilled in 2010! ^^

Welcoming New Life

Posted in stories on December 3, 2009 by roy saputra

Dear colleagues,

Today is my last day working at Sxxxxxxxx Sxxxxxxxx. I have been privileged to work with all of you for 22 months. All of these will be hard to forget, but unfortunately, the time has come for me to take a new challenge in my career.

I would like to take this moment to thank you for your assistance, kindness, supports, and cooperation during my time here. I also would like to apologize for every mistakes and misunderstanding that might had happened between any of us.

I wish you all success for the future and please keep in touch. I can be reached at my personal email address (roy.samuel.saputra@gmail.com) or my cell phone, 0856 1xxx 8xx

Thanks. It’s been fun.

Regards,

Roy Saputra

Pyiuh.

Agak aneh ketika gua yang dari dulu kepengen pindah kerja akhirnya mengalami perasaaan ini di saat gua bener-bener pindah kerja.

Rasanya berat.

Rasanya sedih.

Rasanya ga pengen pindah.

Gua pikir dulu gua akan senang di saat gua akan pindah. Gua pikir dulu gua akan ringan buat ngelangkah keluar. Ternyata gua salah.

Dan di sinilah gua sekarang. Di hari terakhir gua bekerja di sini. Di meja yang udah ampir 2 taon gua tempatin.

Kerja di sini, bikin laporan di sini, lembur di sini, maen game di sini, dan yang paling penting… nge-blog dan nulis naskah buku di sini.

But, I have to go now.

Bye, old life.

Welcome, new life.

Hal yang Membuat Gua Ngakak di Tengah Kisruh KPK v Polri

Posted in thoughts with tags , on November 5, 2009 by roy saputra

cicak buaya

KPK v Polri

Kisruh dua badan hukum ini selalu menjadi headlines seminggu terakhir. Mulai dari koran, radio, acara berita di tv, sampe ke ACARA GOSIP. Oh my, apa kita udah keabisan artis yak?

KD – Anang? Lewaaat!
Dewi Perssik – Aldy Taher? Libaaaas!
Jupe – pemaen bola sapa tuh? Bablaaaaas!

Anggodo – Anggoro? Yoi mamen!

Dan sampailah gua ke sore kemaren, pas gua lagi nonton sebuah acara berita di salah satu tv swasta. Sebut saja TvTwo. Saat itu, TvTwo sedang mengundang seorang narasumber yang namanya disebut-sebut dalam traksrip penyadapan KPK.

Sepanjang wawancara itu gua sering mengernyitkan dahi karena intonasi dan pertanyaan pembawa berita yang terkesan seperti menyudutkan si narasumber. Seakan-akan di dahi narasumber ada tulisannya:

PENDOSA

Tapi, what the hell. Mungkin emang gitu kali settingannya. Ibaratnya, kalo biasanya ada good cop – bad cop, mungkin mereka ini bad anchor – worse anchor. Gua masih menonton wawancara itu dengan sangat serius, sampai si pembawa berita bertanya ini ke narasumber.

“Jadi, siapa yang menelpon Bapak itu?”

“Bapak Aaa dari Bbb.”

“Lalu apa yang dibicarakan?”

“Ya intinya dia mengancam saya supaya jangan begini.”

“Tapi Bapak yakin kalau itu Aaa dari Bbb? Memangnya dia bilang apa?”

“Iya, dia sebut namanya.”

“Siapa namanya?”

GUBRAK.

Kalo gua jadi si narasumber, mungkin gua akan bilang, “KAN TADI UDAH, NJING”. Tapi untung si narasumber masih sabar.

“Bapak Aaa dari Bbb.”

“Lalu pembicarannya apa aja?”

“Zzzzzz.”

Bener-bener deh, pembawa beritanya bikin gemes aja. Minta disirem kuah baso panas kali ya. Tapi itu belom jackpot-nya, kawan.

“Iya, dia mengancam saya supaya jangan begini. Tapi saya bilang tidak. Saya harus tetap melakukan tugas saya.”

“Ooo. Begitu. Yang mengancam Bapak itu…”

Eng ing eng…

“…siapa?”

JEGER.

Si pembawa acara ini saking ga percayanya ampe nanya 3 kali aja gitu lho. Tiga kali, men! Mungkin dia ngincer biar dapet piring cantik kali ya.

Tapi ini masih untung di ujung pertanyaannya ga ditambahin: “Sumpeh lu?” sambil kedipin mata sebelah. Kalo ampe dia nanya gitu ke gua, mungkin gua akan jawab begini:

“Sumpeh lu?”

“Iye, Njing.”

Sepanjang wawancara, kondisi selalu kayak gitu. Si narasumber yang masih sabar, dan si pembawa berita yang berintonasi menghakimi seakan-akan si narasumber ini kemaren boker di WC-nya dan lupa sirem.

Hadeh.

Selepas dari wawancara yang seru tentang KPK v Polri itu, si pembawa berita menutupnya dengan berita yang ga kalah canggih.

“Ya, pemirsa, setelah ini kami akan kembali dengan berita… BAJAJ KEBAKARAN.”

Oke deh. Cakep bener.

Well, terlepas dari hal yang bikin gua ngakak ini, sebagai penutup gua ingin bilang:

Hidup pemberantasan korupsi! Untuk Indonesia yang lebih baik!

Peace out yo!

The Four Travelers

Posted in stories with tags , on October 30, 2009 by roy saputra

Hai.

Gua demen traveling. Dan postingan kali ini akan bercerita tentang perjalanan gua pada akhir bulan Oktober ini. Sebuah perjalanan ke negara tetangga. Enjoy! ^^

Setelah lulus, gua bareng temen-temen kuliah merencanakan buat cuti bareng – liburan bareng. Tujuan pertamanya adalah Bali – Lombok. Tapi karena satu dan lain hal, rute Bali – Lombok terpaksa digagalkan.

Tapi karena kita udah terlanjur cuti bareng, akhirnya tujuan dialihkan. Kemana?

Ke sini.

singapore

The four travelers in Singapore

“A journey of a thousand miles must begin with a single step.” – Lao Tzu

Maka, perjalanan itu pun dimulai.

Kita naik maskapai Tiger Airways dan kebetulan banget dapet tiket dengan harga promo.  Hanya dengan 600.000 IDR kita bisa ke Singapore pulang pergi. Murah banget kan?

Karena nyampe Singaporenya udah malem, kita putuskan untuk langsung ke apartemen temen.

Rencananya selama 4 malem kita bakal nebeng di apartemen temen. Tapi setelah melihat bahwa apartemennya ga beda jauh sama bangsal orang gila (berantakan abisssss), akhirnya kita memutuskan untuk hanya nebeng selama 2 malem. Dua malem sisanya? Kita sewa kamar apartemen. Gaya bener. Hahaha.

Dengan budget terbatas, kita keliling Singapore. Bermodalkan tourism map dan kompas, kita melanglang buana sendirian, tanpa tour guide.

lost in singapore

“Tourists don’t know where they’ve been, travelers don’t know where they’re going.” – Paul Theroux

Hari kedua kita abisin di City Hall dan sekitarnya. Ke Suntec, Singapore National Museum, dan diakhiri ke Orchard Road yang masyur itu. Dari sana, kita menuju ke Clark Quay buat makan malem.

Di Clark Quay ada banyak atraksi. Bukan, bukan. Bukan atraksi kuda lumping, atau atraksi-atraksi lainnya yang melibatkan pecahan kaca di dalamnya. Ada G-Max Reverse Bungee, dan apa gitu yang kayak ayunan raksana. Seru abis deh pokoknya. Memace adrenalin.

Pulang dari sana, kita langsung tidur dan bersiap-siap buat besok. Karena besok kita bakal ke Sentosa Island!

Besoknya, kita nyampe di Sentosa Island. Meski taon lalu gua udah pernah ke sana, tapi ga ada salahnya untuk ke sana sekali lagi.

siloso beach

“One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller

Di Sentosa, kita foto-foto di Merlion yang gede, ke Siloso Beach, naek Skyride dan maen Luge, ngeliat Images of Singapore, ke Tiger Sky Tower, dan ga lupa foto-foto di Underwater World. Malamnya, sebelum pulang, kita nonton Song of The Sea dulu. Hari ketiga jadi hari yang padat, melelahkan, namun menyenangkan. Cihiiy!

Hari keempat, kita menuju ke Jurong East untuk mengunjungi Singapore Science Center. Tempat ini sangat-sangat-sangat-sangat keren. Kita aja ga sadar, tau-tau udah ngabisin waktu ampir 5 jam di dalam sana. Patut dicoba, kawan!

Malamnya, kita ke Esplenade dan Merlion, 2 landmark khas Singapore. Di sana, foto-foto lagi dong ah. Hehehe.

anak ilang di spore

“Not all those who wander are lost.” – J. R. R. Tolkien

Selesai dengan Merlion dan Esplenade ini, kita pulang ke kamar sewaan dan bersiap-siap untuk besok. Karena besok adalah hari terakhir kita di sini.

Hari kelima adalah hari oleh-oleh. Kita berangkat ke Chinatown buat nyari buah tangan (cailah) yang khas. Gua dapet tas selempang dan tempelan kulkas di sini. Kalo kata temen gua, Chinatown dan Little India adalah 2 tempat yang cocok buat nyari oleh-oleh dengan harga terjangkau. Sangat dianjurkan untuk traveler dengan budget terbatas.

Ngomong-ngomong soal budget, gua hanya menghabiskan 1 juta rupiah (di luar tiket) untuk perjalanan selama 5 hari di Singapore! Bener-bener traveling yang ekonomis! Hehe.

Siangnya, kita kembali ke Orchard. Gua berencana buat beli dendeng daging di sini. Kebetulan ada 1 temen lagi yang mau ikutan beli dendeng. Maka, kita berencana buat bagi dua aja.

“Jadi, mau beli 1 kilogram terus kita bagi dua aja nih?” tanya gua.

“Boleh, boleh. Hmm. Jadi 1 orang dapet 500 megabyte kan ya?”

“…”

Anywaaaaaay,

dari Orchard kita langsung ke Changi lagi, buat pulang. Huff, ga berasa udah 5 hari aja gua di Singapore.

Setelah check in dan ngeberesin imigrasi, gua pun bergegas pulang.

Ah.

Gua suka perjalanan ini.

“Like all great travelers, I have seen more than I remember, and remember more than I have seen.” – Benjamin Disraeli

“Our battered suitcases were piled on the sidewalk again; we had longer ways to go. But no matter, the road is life.” – Jack Kerouac

“No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.” – Lin Yutang

Sampai jumpa, Singapore.

This is What My Country Looks Like

Posted in pictures with tags , on October 14, 2009 by roy saputra

Gua dapet gambar-gambar ini forwardan email dari teman. Gua juga ga tau sumber aslinya darimana. Yang jelas, gua salut sama yang ngambil gambar-gambar ini. Keren. So, who don’t you check it by yourself. Enjoy ^^

paris - jakarta

Is it in Paris?

No, it’s Katedral Church in Jakarta. The biggest Catholic church in my country.

new zealand - pulau komodo

It’s like  in New Zealand, isn’t it? But it’s much better than New Zealand! It’s Komodo Island!

hongkong - jakarta

Midnight in Hongkong?

Eeee! No. It’s in Thamrin. One of the busiest streets in Jakarta.

us - suramadu

It feels like going across the state in the USA. But, you know what? It’s Suramadu bridge! The longest bridge in South-East Asia! Wohoo!

gaza - medan

Is it Gaza?

No no no. It is Medan! Horas bah! Medan is one of the biggest cities in my country. I’ve been there before, and I was having a very nice vacation.

shanghai - jakarta

Shanghai?

It’s Mangga Dua (Jakarta), my friend! You can get almost everything in this area.  With very low prices! How good that can be!

afrika - gunung kidul

It must be the long and winding road in Africa, isn’t it?

Wrong! It’s Kidul Mountain!

europe - makasar

Hmmmm. Rome? No.

Amsterdam? No.

USA? Big no no.

Aha! It must be… Australia? Nope!

It’s an airport in Makassar! It’s quite cool, isn’t it?

monaco - bunaken

Monaco?

No no. It’s Bunaken, which has some of the highest levels of marine biodiversity in the world. The waters of Bunaken are extremely deep (1566 m in Manado Bay), clear (up to 35-40 m visibility), refreshing in temperature (27 to 29 °C). Pick any of group of interest – corals, fish, echinoderms or sponges – and the number of families, genera or species is bound to be astonishingly high.

You can find all of those great views in my country!

Hah? Are you asking what my country is?

It’s Indonesia!

Visit Indonesia 2009! 2010! 2011! And for the next coming years!

Indonesia, I love you full!

Gempa Sumatera

Posted in pictures with tags , , on October 1, 2009 by roy saputra

DISCLAIMER: Please, listen to the song while you’re reading this post. Thanks. ^^

Kampuang den jauah di mato
Gunuang sansai bakuliliang

gempa sumbar 1

Takana jo kawan-kawan nan lamo
Sangkek basuliang-suliang

gempa sumbar 2

Panduduaknya nan elok
Nan suko bagotong-gotong

gempa sumbar 3

Sakik sanang samo-samo diraso
Den takana jo kampuang

gempa sumbar 4

Takana jo kampuang
Ibu, ayah, adik sadonyo

gempa sumbar 5

Raso ma imbau-imbau den pulang
Den takana jo kampuang

gempa sumbar 7

Hari Rabu (30/09/09), gempa berkekuatan 7.6 skala Richter mengguncang pulau Sumatera bagian barat. Pagi ini (01/10/09), Jambi dan Bengkulu juga mengalami gempa berkekuatan 7 skala Richter. Gempa hebat ini telah memakan puluhan bahkan ratusan korban jiwa.

Indonesia is shaking.
Indonesia is falling.
Indonesia is crying.

Tapi Indonesia harus bangkit. Bangkit untuk kampung yang jauh di mata, dekat di hati. God bless Indonesia.

NB: foto-foto disarikan dari detik.com

I Always Love September 14th

Posted in stories with tags on September 14, 2009 by roy saputra

From: Roy Saputra (roy.samuel.saputra@gmail.com)
To: God (deargod@heaven.org)
Subject: Thank You


Hai Tuhan.

Makasi ya, buat setahun ini. Untuk kesehatan, kesempatan, dan hal-hal positif yang memiliki imbuhan ke-an lainnya.

Untuk buku Doroymon yang udah rilis. Untuk pekerjaan yang mencukupi. Dan untuk orang-orang baik yang Kau letakkan di dekat saya.

Pokoknya makasi banget.

Makasi udah memberi setahun ini. Untuk tanggal 1 Januari, untuk 18 Juli, dan yang paling utama, terima kasih untuk tanggal 14 September. Karena saya selalu cinta 14 September.


Salam hangat… ga pake ketek,

Roy Saputra

Hari ini, usia gua genap 24 tahun. Ah, ga berasa udah seperempat abad aja umur gua.

Saat ini masih belajar untuk menjadi orang yang sabar, pribadi yang mandiri dan bahagia, belajar bersyukur di setiap kesempatan, dan terus berusaha untuk menjadi orang berhasil yang tidak sombong.

Di ulang tahun ini, semoga gua

Punya kedewasaan seperti usia 30
Punya keberanian seperti usia 20
Punya imajinasi seperti usia 10

Wish me luck.

So, happy birthday to me… (meniup lilin)

NB: Makasi buat semua yang udah ngucapin selamat ulang tahun, baik di Facebook, Twitter, maupun yang SMS. Kalian adalah teman-teman terbaik yang seorang manusia bisa dapatkan. Makasi ^^

Breaking News!

Posted in stories with tags , on September 2, 2009 by roy saputra

BREAKING NEWS!

Malingsia baru saja mengklaim kalau gempa yg baru terjadi itu milik mereka!

Dan tapir, orang utan, tuyul, serta kuntilanak juga diakui sebagai warga negara sana.

Meanwhile, berita benerannya:

Gempa yang baru saja terjadi di Jakarta berpusat di Tasikmalaya. Gempa yang berkekuatan 7.3 SR ini juga mengguncang di beberapa daerah di bagian barat pulau Jawa.

Gempa ini sempat membuat panik beberapa karyawan gedung bertingkat di Jakarta. Dikabarkan gedung Indosat di jalan Medan Merdeka mengalami keretakan. Selain itu, dinding ITC Cempaka Mas dan Plaza Semanggi juga mengalami hal yang sama.

Selain kerugian materiil, gempa tersebut diberitakan telah memakan puluhan korban jiwa dan luka-luka. Mari kita berdoa untuk semua korban agar diberi ketabahan atas musibah yang menimpa mereka, dan mari kita memberi dukungan agar mereka bisa bangkit lagi. Amin.

Kepanikan ga cuman terjadi di Jakarta dan bagian barat Jawa, penduduk Tegal (Jawa Tengah) pun dilanda situasi yang sama. Simak pengakuan seorang warga Tegal yang dikutip situs detik.com ini.

Gempa 7,3 SR yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat juga terasa di Tegal, Jawa Tengah. Masyarakat Tegal keluar gedung. Akibat kerasnya guncangan, meja juga bergoyang.

“Gempa di Tegal terasa besar banget. Semua lampu, meja bisa goyang sendiri termasuk diriku,” kata Shirley, warga Tegal kepada detikcom, Rabu (2/9/2009).


Mbak Shirley, artis dangdut ibukota ya?

Anyway, bos bule gua yang pernah gua ceritain di sini, sejak gempa tadi ga muncul. Menurut pengakuan office boy (OB) kantor gua, si bos bule ini udah kabur duluan, ngacir entah kemana.

“Mas, ga nanya dia mau kemana?” tanya gua penasaran.

“Sempet nanya sih,” jawab dia santai.

“Nanya? Pake bahasa Inggris?” tanya gua makin penasaran, padahal gua tau si OB ini ga bisa ngomong Inggris sebelumnya.

“Iya dong. Pake bahasa Inggris.”

“Wuih! Hebat! Nanyanya gimana?”

Where are you going? Oke, I am walking…

“…”

mbah surip

Ha ha ha ha ha

Malingsia Mengklaim Tari Pendet

Posted in stories with tags , on August 21, 2009 by roy saputra

Bikin emosi jiwa emang tuh negara yang satu itu.

Dia ngambil budaya kita, dan sebagai imbalannya negara itu ngekspor teroris ke negara kita. Kodok bunting.

Kemarin banyak berita yang mengabarkan bahwa tari pendet dicantumkan dalam iklan visit year negara mereka. Sebelumnya mereka juga udah mengklaim Reog, batik, angklung, rendang, tari folaya, dan hombo batu.

Gile, ga sekalian pulau Sumatra ama Azis Gagap diklaim?

Nah, di kesempatan kali ini, gua sebagai warga negara yang baik ingin memberi usul kepada Malingsia itu, apa-apa yang seharusnya diklaim dari negara kita. Yuk, mari.

1. Aliran musik melayu yang lagi ngetren di Indonesia

Ambil dah tuh Kangen Band, ST12, dan gerombolannya. Kembaliannya buat situ aja. Kalo mau minta lagi juga boleh kok. Stok masih banyak di sini.

2. Tempe Bongkrek

Setelah menklaim makanan rendang, ada baiknya Malingsia juga mengklaim makanan yang satu ini. Makanan khas timur, murah, dan yang paling utama… BERACUN.

3. Film horor yang diselingi adegan sensual ga jelas

Kita mundur beberapa langkah dan kembali ke jaman dimana Eva Arnas masih berjaya. Wahai, Malingsia, klaimlah itu!

4. Gaya kelingking ngetril ala Ibrohim

ibrohim mamen

Gua juga ga tau kenapa yang ini masuk list. Tapi… ya, pokoknya ambil dah tuh. Sekalian kalo mau ambil tipuan ala:

“Siapa di dalam?”

“Nurdin M Top!”

“Yes!”

“Hihihihi. Kena tipu nih ye.”

5. Adinda Mutiara Sabila, Muhammad Dafi Widodo, dan teman-teman SD-nya Marshanda

Hmmm… Ini kenapa mesti diklaim ya? Ah, bodo deh ah. Klaim aja lah pokoknya.

Intinya adalah:

Mari kita lindungi budaya bangsa ini dengan lebih menghargai keberadaannya. Cintai produk dalam negri.

Berbanggalah wahai bangsa Indonesia. Budaya negera kita begitu kaya sehingga negara lain sirik dan ingin mengambilnya.

Salam olahraga.