Hai.
Gua demen traveling. Dan postingan kali ini akan bercerita tentang perjalanan gua pada akhir bulan Oktober ini. Sebuah perjalanan ke negara tetangga. Enjoy! ^^
—
Setelah lulus, gua bareng temen-temen kuliah merencanakan buat cuti bareng – liburan bareng. Tujuan pertamanya adalah Bali – Lombok. Tapi karena satu dan lain hal, rute Bali – Lombok terpaksa digagalkan.
Tapi karena kita udah terlanjur cuti bareng, akhirnya tujuan dialihkan. Kemana?
Ke sini.

The four travelers in Singapore
“A journey of a thousand miles must begin with a single step.” – Lao Tzu
Maka, perjalanan itu pun dimulai.
Kita naik maskapai Tiger Airways dan kebetulan banget dapet tiket dengan harga promo. Hanya dengan 600.000 IDR kita bisa ke Singapore pulang pergi. Murah banget kan?
Karena nyampe Singaporenya udah malem, kita putuskan untuk langsung ke apartemen temen.
Rencananya selama 4 malem kita bakal nebeng di apartemen temen. Tapi setelah melihat bahwa apartemennya ga beda jauh sama bangsal orang gila (berantakan abisssss), akhirnya kita memutuskan untuk hanya nebeng selama 2 malem. Dua malem sisanya? Kita sewa kamar apartemen. Gaya bener. Hahaha.
Dengan budget terbatas, kita keliling Singapore. Bermodalkan tourism map dan kompas, kita melanglang buana sendirian, tanpa tour guide.

“Tourists don’t know where they’ve been, travelers don’t know where they’re going.” – Paul Theroux
Hari kedua kita abisin di City Hall dan sekitarnya. Ke Suntec, Singapore National Museum, dan diakhiri ke Orchard Road yang masyur itu. Dari sana, kita menuju ke Clark Quay buat makan malem.
Di Clark Quay ada banyak atraksi. Bukan, bukan. Bukan atraksi kuda lumping, atau atraksi-atraksi lainnya yang melibatkan pecahan kaca di dalamnya. Ada G-Max Reverse Bungee, dan apa gitu yang kayak ayunan raksana. Seru abis deh pokoknya. Memace adrenalin.
Pulang dari sana, kita langsung tidur dan bersiap-siap buat besok. Karena besok kita bakal ke Sentosa Island!
Besoknya, kita nyampe di Sentosa Island. Meski taon lalu gua udah pernah ke sana, tapi ga ada salahnya untuk ke sana sekali lagi.

“One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller
Di Sentosa, kita foto-foto di Merlion yang gede, ke Siloso Beach, naek Skyride dan maen Luge, ngeliat Images of Singapore, ke Tiger Sky Tower, dan ga lupa foto-foto di Underwater World. Malamnya, sebelum pulang, kita nonton Song of The Sea dulu. Hari ketiga jadi hari yang padat, melelahkan, namun menyenangkan. Cihiiy!
Hari keempat, kita menuju ke Jurong East untuk mengunjungi Singapore Science Center. Tempat ini sangat-sangat-sangat-sangat keren. Kita aja ga sadar, tau-tau udah ngabisin waktu ampir 5 jam di dalam sana. Patut dicoba, kawan!
Malamnya, kita ke Esplenade dan Merlion, 2 landmark khas Singapore. Di sana, foto-foto lagi dong ah. Hehehe.

“Not all those who wander are lost.” – J. R. R. Tolkien
Selesai dengan Merlion dan Esplenade ini, kita pulang ke kamar sewaan dan bersiap-siap untuk besok. Karena besok adalah hari terakhir kita di sini.
Hari kelima adalah hari oleh-oleh. Kita berangkat ke Chinatown buat nyari buah tangan (cailah) yang khas. Gua dapet tas selempang dan tempelan kulkas di sini. Kalo kata temen gua, Chinatown dan Little India adalah 2 tempat yang cocok buat nyari oleh-oleh dengan harga terjangkau. Sangat dianjurkan untuk traveler dengan budget terbatas.
Ngomong-ngomong soal budget, gua hanya menghabiskan 1 juta rupiah (di luar tiket) untuk perjalanan selama 5 hari di Singapore! Bener-bener traveling yang ekonomis! Hehe.
Siangnya, kita kembali ke Orchard. Gua berencana buat beli dendeng daging di sini. Kebetulan ada 1 temen lagi yang mau ikutan beli dendeng. Maka, kita berencana buat bagi dua aja.
“Jadi, mau beli 1 kilogram terus kita bagi dua aja nih?” tanya gua.
“Boleh, boleh. Hmm. Jadi 1 orang dapet 500 megabyte kan ya?”
“…”
Anywaaaaaay,
dari Orchard kita langsung ke Changi lagi, buat pulang. Huff, ga berasa udah 5 hari aja gua di Singapore.
Setelah check in dan ngeberesin imigrasi, gua pun bergegas pulang.
…
…
Ah.
Gua suka perjalanan ini.
—
“Like all great travelers, I have seen more than I remember, and remember more than I have seen.” – Benjamin Disraeli
“Our battered suitcases were piled on the sidewalk again; we had longer ways to go. But no matter, the road is life.” – Jack Kerouac
“No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.” – Lin Yutang
Sampai jumpa, Singapore.