Welcoming New Life

Posted in stories on December 3, 2009 by roy saputra

Dear colleagues,

Today is my last day working at Sxxxxxxxx Sxxxxxxxx. I have been privileged to work with all of you for 22 months. All of these will be hard to forget, but unfortunately, the time has come for me to take a new challenge in my career.

I would like to take this moment to thank you for your assistance, kindness, supports, and cooperation during my time here. I also would like to apologize for every mistakes and misunderstanding that might had happened between any of us.

I wish you all success for the future and please keep in touch. I can be reached at my personal email address (roy.samuel.saputra@gmail.com) or my cell phone, 0856 1xxx 8xx

Thanks. It’s been fun.

Regards,

Roy Saputra

Pyiuh.

Agak aneh ketika gua yang dari dulu kepengen pindah kerja akhirnya mengalami perasaaan ini di saat gua bener-bener pindah kerja.

Rasanya berat.

Rasanya sedih.

Rasanya ga pengen pindah.

Gua pikir dulu gua akan senang di saat gua akan pindah. Gua pikir dulu gua akan ringan buat ngelangkah keluar. Ternyata gua salah.

Dan di sinilah gua sekarang. Di hari terakhir gua bekerja di sini. Di meja yang udah ampir 2 taon gua tempatin.

Kerja di sini, bikin laporan di sini, lembur di sini, maen game di sini, dan yang paling penting… nge-blog dan nulis naskah buku di sini.

But, I have to go now.

Bye, old life.

Welcome, new life.

Hal yang Membuat Gua Ngakak di Tengah Kisruh KPK v Polri

Posted in thoughts with tags , on November 5, 2009 by roy saputra

cicak buaya

KPK v Polri

Kisruh dua badan hukum ini selalu menjadi headlines seminggu terakhir. Mulai dari koran, radio, acara berita di tv, sampe ke ACARA GOSIP. Oh my, apa kita udah keabisan artis yak?

KD – Anang? Lewaaat!
Dewi Perssik – Aldy Taher? Libaaaas!
Jupe – pemaen bola sapa tuh? Bablaaaaas!

Anggodo – Anggoro? Yoi mamen!

Dan sampailah gua ke sore kemaren, pas gua lagi nonton sebuah acara berita di salah satu tv swasta. Sebut saja TvTwo. Saat itu, TvTwo sedang mengundang seorang narasumber yang namanya disebut-sebut dalam traksrip penyadapan KPK.

Sepanjang wawancara itu gua sering mengernyitkan dahi karena intonasi dan pertanyaan pembawa berita yang terkesan seperti menyudutkan si narasumber. Seakan-akan di dahi narasumber ada tulisannya:

PENDOSA

Tapi, what the hell. Mungkin emang gitu kali settingannya. Ibaratnya, kalo biasanya ada good cop – bad cop, mungkin mereka ini bad anchor – worse anchor. Gua masih menonton wawancara itu dengan sangat serius, sampai si pembawa berita bertanya ini ke narasumber.

“Jadi, siapa yang menelpon Bapak itu?”

“Bapak Aaa dari Bbb.”

“Lalu apa yang dibicarakan?”

“Ya intinya dia mengancam saya supaya jangan begini.”

“Tapi Bapak yakin kalau itu Aaa dari Bbb? Memangnya dia bilang apa?”

“Iya, dia sebut namanya.”

“Siapa namanya?”

GUBRAK.

Kalo gua jadi si narasumber, mungkin gua akan bilang, “KAN TADI UDAH, NJING”. Tapi untung si narasumber masih sabar.

“Bapak Aaa dari Bbb.”

“Lalu pembicarannya apa aja?”

“Zzzzzz.”

Bener-bener deh, pembawa beritanya bikin gemes aja. Minta disirem kuah baso panas kali ya. Tapi itu belom jackpot-nya, kawan.

“Iya, dia mengancam saya supaya jangan begini. Tapi saya bilang tidak. Saya harus tetap melakukan tugas saya.”

“Ooo. Begitu. Yang mengancam Bapak itu…”

Eng ing eng…

“…siapa?”

JEGER.

Si pembawa acara ini saking ga percayanya ampe nanya 3 kali aja gitu lho. Tiga kali, men! Mungkin dia ngincer biar dapet piring cantik kali ya.

Tapi ini masih untung di ujung pertanyaannya ga ditambahin: “Sumpeh lu?” sambil kedipin mata sebelah. Kalo ampe dia nanya gitu ke gua, mungkin gua akan jawab begini:

“Sumpeh lu?”

“Iye, Njing.”

Sepanjang wawancara, kondisi selalu kayak gitu. Si narasumber yang masih sabar, dan si pembawa berita yang berintonasi menghakimi seakan-akan si narasumber ini kemaren boker di WC-nya dan lupa sirem.

Hadeh.

Selepas dari wawancara yang seru tentang KPK v Polri itu, si pembawa berita menutupnya dengan berita yang ga kalah canggih.

“Ya, pemirsa, setelah ini kami akan kembali dengan berita… BAJAJ KEBAKARAN.”

Oke deh. Cakep bener.

Well, terlepas dari hal yang bikin gua ngakak ini, sebagai penutup gua ingin bilang:

Hidup pemberantasan korupsi! Untuk Indonesia yang lebih baik!

Peace out yo!

The Four Travelers

Posted in stories with tags , on October 30, 2009 by roy saputra

Hai.

Gua demen traveling. Dan postingan kali ini akan bercerita tentang perjalanan gua pada akhir bulan Oktober ini. Sebuah perjalanan ke negara tetangga. Enjoy! ^^

Setelah lulus, gua bareng temen-temen kuliah merencanakan buat cuti bareng – liburan bareng. Tujuan pertamanya adalah Bali – Lombok. Tapi karena satu dan lain hal, rute Bali – Lombok terpaksa digagalkan.

Tapi karena kita udah terlanjur cuti bareng, akhirnya tujuan dialihkan. Kemana?

Ke sini.

singapore

The four travelers in Singapore

“A journey of a thousand miles must begin with a single step.” – Lao Tzu

Maka, perjalanan itu pun dimulai.

Kita naik maskapai Tiger Airways dan kebetulan banget dapet tiket dengan harga promo.  Hanya dengan 600.000 IDR kita bisa ke Singapore pulang pergi. Murah banget kan?

Karena nyampe Singaporenya udah malem, kita putuskan untuk langsung ke apartemen temen.

Rencananya selama 4 malem kita bakal nebeng di apartemen temen. Tapi setelah melihat bahwa apartemennya ga beda jauh sama bangsal orang gila (berantakan abisssss), akhirnya kita memutuskan untuk hanya nebeng selama 2 malem. Dua malem sisanya? Kita sewa kamar apartemen. Gaya bener. Hahaha.

Dengan budget terbatas, kita keliling Singapore. Bermodalkan tourism map dan kompas, kita melanglang buana sendirian, tanpa tour guide.

lost in singapore

“Tourists don’t know where they’ve been, travelers don’t know where they’re going.” – Paul Theroux

Hari kedua kita abisin di City Hall dan sekitarnya. Ke Suntec, Singapore National Museum, dan diakhiri ke Orchard Road yang masyur itu. Dari sana, kita menuju ke Clark Quay buat makan malem.

Di Clark Quay ada banyak atraksi. Bukan, bukan. Bukan atraksi kuda lumping, atau atraksi-atraksi lainnya yang melibatkan pecahan kaca di dalamnya. Ada G-Max Reverse Bungee, dan apa gitu yang kayak ayunan raksana. Seru abis deh pokoknya. Memace adrenalin.

Pulang dari sana, kita langsung tidur dan bersiap-siap buat besok. Karena besok kita bakal ke Sentosa Island!

Besoknya, kita nyampe di Sentosa Island. Meski taon lalu gua udah pernah ke sana, tapi ga ada salahnya untuk ke sana sekali lagi.

siloso beach

“One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller

Di Sentosa, kita foto-foto di Merlion yang gede, ke Siloso Beach, naek Skyride dan maen Luge, ngeliat Images of Singapore, ke Tiger Sky Tower, dan ga lupa foto-foto di Underwater World. Malamnya, sebelum pulang, kita nonton Song of The Sea dulu. Hari ketiga jadi hari yang padat, melelahkan, namun menyenangkan. Cihiiy!

Hari keempat, kita menuju ke Jurong East untuk mengunjungi Singapore Science Center. Tempat ini sangat-sangat-sangat-sangat keren. Kita aja ga sadar, tau-tau udah ngabisin waktu ampir 5 jam di dalam sana. Patut dicoba, kawan!

Malamnya, kita ke Esplenade dan Merlion, 2 landmark khas Singapore. Di sana, foto-foto lagi dong ah. Hehehe.

anak ilang di spore

“Not all those who wander are lost.” – J. R. R. Tolkien

Selesai dengan Merlion dan Esplenade ini, kita pulang ke kamar sewaan dan bersiap-siap untuk besok. Karena besok adalah hari terakhir kita di sini.

Hari kelima adalah hari oleh-oleh. Kita berangkat ke Chinatown buat nyari buah tangan (cailah) yang khas. Gua dapet tas selempang dan tempelan kulkas di sini. Kalo kata temen gua, Chinatown dan Little India adalah 2 tempat yang cocok buat nyari oleh-oleh dengan harga terjangkau. Sangat dianjurkan untuk traveler dengan budget terbatas.

Ngomong-ngomong soal budget, gua hanya menghabiskan 1 juta rupiah (di luar tiket) untuk perjalanan selama 5 hari di Singapore! Bener-bener traveling yang ekonomis! Hehe.

Siangnya, kita kembali ke Orchard. Gua berencana buat beli dendeng daging di sini. Kebetulan ada 1 temen lagi yang mau ikutan beli dendeng. Maka, kita berencana buat bagi dua aja.

“Jadi, mau beli 1 kilogram terus kita bagi dua aja nih?” tanya gua.

“Boleh, boleh. Hmm. Jadi 1 orang dapet 500 megabyte kan ya?”

“…”

Anywaaaaaay,

dari Orchard kita langsung ke Changi lagi, buat pulang. Huff, ga berasa udah 5 hari aja gua di Singapore.

Setelah check in dan ngeberesin imigrasi, gua pun bergegas pulang.

Ah.

Gua suka perjalanan ini.

“Like all great travelers, I have seen more than I remember, and remember more than I have seen.” – Benjamin Disraeli

“Our battered suitcases were piled on the sidewalk again; we had longer ways to go. But no matter, the road is life.” – Jack Kerouac

“No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.” – Lin Yutang

Sampai jumpa, Singapore.

This is What My Country Looks Like

Posted in pictures with tags , on October 14, 2009 by roy saputra

Gua dapet gambar-gambar ini forwardan email dari teman. Gua juga ga tau sumber aslinya darimana. Yang jelas, gua salut sama yang ngambil gambar-gambar ini. Keren. So, who don’t you check it by yourself. Enjoy ^^

paris - jakarta

Is it in Paris?

No, it’s Katedral Church in Jakarta. The biggest Catholic church in my country.

new zealand - pulau komodo

It’s like  in New Zealand, isn’t it? But it’s much better than New Zealand! It’s Komodo Island!

hongkong - jakarta

Midnight in Hongkong?

Eeee! No. It’s in Thamrin. One of the busiest streets in Jakarta.

us - suramadu

It feels like going across the state in the USA. But, you know what? It’s Suramadu bridge! The longest bridge in South-East Asia! Wohoo!

gaza - medan

Is it Gaza?

No no no. It is Medan! Horas bah! Medan is one of the biggest cities in my country. I’ve been there before, and I was having a very nice vacation.

shanghai - jakarta

Shanghai?

It’s Mangga Dua (Jakarta), my friend! You can get almost everything in this area.  With very low prices! How good that can be!

afrika - gunung kidul

It must be the long and winding road in Africa, isn’t it?

Wrong! It’s Kidul Mountain!

europe - makasar

Hmmmm. Rome? No.

Amsterdam? No.

USA? Big no no.

Aha! It must be… Australia? Nope!

It’s an airport in Makassar! It’s quite cool, isn’t it?

monaco - bunaken

Monaco?

No no. It’s Bunaken, which has some of the highest levels of marine biodiversity in the world. The waters of Bunaken are extremely deep (1566 m in Manado Bay), clear (up to 35-40 m visibility), refreshing in temperature (27 to 29 °C). Pick any of group of interest – corals, fish, echinoderms or sponges – and the number of families, genera or species is bound to be astonishingly high.

You can find all of those great views in my country!

Hah? Are you asking what my country is?

It’s Indonesia!

Visit Indonesia 2009! 2010! 2011! And for the next coming years!

Indonesia, I love you full!

Gempa Sumatera

Posted in pictures with tags , , on October 1, 2009 by roy saputra

DISCLAIMER: Please, listen to the song while you’re reading this post. Thanks. ^^

Kampuang den jauah di mato
Gunuang sansai bakuliliang

gempa sumbar 1

Takana jo kawan-kawan nan lamo
Sangkek basuliang-suliang

gempa sumbar 2

Panduduaknya nan elok
Nan suko bagotong-gotong

gempa sumbar 3

Sakik sanang samo-samo diraso
Den takana jo kampuang

gempa sumbar 4

Takana jo kampuang
Ibu, ayah, adik sadonyo

gempa sumbar 5

Raso ma imbau-imbau den pulang
Den takana jo kampuang

gempa sumbar 7

Hari Rabu (30/09/09), gempa berkekuatan 7.6 skala Richter mengguncang pulau Sumatera bagian barat. Pagi ini (01/10/09), Jambi dan Bengkulu juga mengalami gempa berkekuatan 7 skala Richter. Gempa hebat ini telah memakan puluhan bahkan ratusan korban jiwa.

Indonesia is shaking.
Indonesia is falling.
Indonesia is crying.

Tapi Indonesia harus bangkit. Bangkit untuk kampung yang jauh di mata, dekat di hati. God bless Indonesia.

NB: foto-foto disarikan dari detik.com

I Always Love September 14th

Posted in stories with tags on September 14, 2009 by roy saputra

From: Roy Saputra (roy.samuel.saputra@gmail.com)
To: God (deargod@heaven.org)
Subject: Thank You


Hai Tuhan.

Makasi ya, buat setahun ini. Untuk kesehatan, kesempatan, dan hal-hal positif yang memiliki imbuhan ke-an lainnya.

Untuk buku Doroymon yang udah rilis. Untuk pekerjaan yang mencukupi. Dan untuk orang-orang baik yang Kau letakkan di dekat saya.

Pokoknya makasi banget.

Makasi udah memberi setahun ini. Untuk tanggal 1 Januari, untuk 18 Juli, dan yang paling utama, terima kasih untuk tanggal 14 September. Karena saya selalu cinta 14 September.


Salam hangat… ga pake ketek,

Roy Saputra

Hari ini, usia gua genap 24 tahun. Ah, ga berasa udah seperempat abad aja umur gua.

Saat ini masih belajar untuk menjadi orang yang sabar, pribadi yang mandiri dan bahagia, belajar bersyukur di setiap kesempatan, dan terus berusaha untuk menjadi orang berhasil yang tidak sombong.

Di ulang tahun ini, semoga gua

Punya kedewasaan seperti usia 30
Punya keberanian seperti usia 20
Punya imajinasi seperti usia 10

Wish me luck.

So, happy birthday to me… (meniup lilin)

NB: Makasi buat semua yang udah ngucapin selamat ulang tahun, baik di Facebook, Twitter, maupun yang SMS. Kalian adalah teman-teman terbaik yang seorang manusia bisa dapatkan. Makasi ^^

Breaking News!

Posted in stories with tags , on September 2, 2009 by roy saputra

BREAKING NEWS!

Malingsia baru saja mengklaim kalau gempa yg baru terjadi itu milik mereka!

Dan tapir, orang utan, tuyul, serta kuntilanak juga diakui sebagai warga negara sana.

Meanwhile, berita benerannya:

Gempa yang baru saja terjadi di Jakarta berpusat di Tasikmalaya. Gempa yang berkekuatan 7.3 SR ini juga mengguncang di beberapa daerah di bagian barat pulau Jawa.

Gempa ini sempat membuat panik beberapa karyawan gedung bertingkat di Jakarta. Dikabarkan gedung Indosat di jalan Medan Merdeka mengalami keretakan. Selain itu, dinding ITC Cempaka Mas dan Plaza Semanggi juga mengalami hal yang sama.

Selain kerugian materiil, gempa tersebut diberitakan telah memakan puluhan korban jiwa dan luka-luka. Mari kita berdoa untuk semua korban agar diberi ketabahan atas musibah yang menimpa mereka, dan mari kita memberi dukungan agar mereka bisa bangkit lagi. Amin.

Kepanikan ga cuman terjadi di Jakarta dan bagian barat Jawa, penduduk Tegal (Jawa Tengah) pun dilanda situasi yang sama. Simak pengakuan seorang warga Tegal yang dikutip situs detik.com ini.

Gempa 7,3 SR yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat juga terasa di Tegal, Jawa Tengah. Masyarakat Tegal keluar gedung. Akibat kerasnya guncangan, meja juga bergoyang.

“Gempa di Tegal terasa besar banget. Semua lampu, meja bisa goyang sendiri termasuk diriku,” kata Shirley, warga Tegal kepada detikcom, Rabu (2/9/2009).


Mbak Shirley, artis dangdut ibukota ya?

Anyway, bos bule gua yang pernah gua ceritain di sini, sejak gempa tadi ga muncul. Menurut pengakuan office boy (OB) kantor gua, si bos bule ini udah kabur duluan, ngacir entah kemana.

“Mas, ga nanya dia mau kemana?” tanya gua penasaran.

“Sempet nanya sih,” jawab dia santai.

“Nanya? Pake bahasa Inggris?” tanya gua makin penasaran, padahal gua tau si OB ini ga bisa ngomong Inggris sebelumnya.

“Iya dong. Pake bahasa Inggris.”

“Wuih! Hebat! Nanyanya gimana?”

Where are you going? Oke, I am walking…

“…”

mbah surip

Ha ha ha ha ha

Malingsia Mengklaim Tari Pendet

Posted in stories with tags , on August 21, 2009 by roy saputra

Bikin emosi jiwa emang tuh negara yang satu itu.

Dia ngambil budaya kita, dan sebagai imbalannya negara itu ngekspor teroris ke negara kita. Kodok bunting.

Kemarin banyak berita yang mengabarkan bahwa tari pendet dicantumkan dalam iklan visit year negara mereka. Sebelumnya mereka juga udah mengklaim Reog, batik, angklung, rendang, tari folaya, dan hombo batu.

Gile, ga sekalian pulau Sumatra ama Azis Gagap diklaim?

Nah, di kesempatan kali ini, gua sebagai warga negara yang baik ingin memberi usul kepada Malingsia itu, apa-apa yang seharusnya diklaim dari negara kita. Yuk, mari.

1. Aliran musik melayu yang lagi ngetren di Indonesia

Ambil dah tuh Kangen Band, ST12, dan gerombolannya. Kembaliannya buat situ aja. Kalo mau minta lagi juga boleh kok. Stok masih banyak di sini.

2. Tempe Bongkrek

Setelah menklaim makanan rendang, ada baiknya Malingsia juga mengklaim makanan yang satu ini. Makanan khas timur, murah, dan yang paling utama… BERACUN.

3. Film horor yang diselingi adegan sensual ga jelas

Kita mundur beberapa langkah dan kembali ke jaman dimana Eva Arnas masih berjaya. Wahai, Malingsia, klaimlah itu!

4. Gaya kelingking ngetril ala Ibrohim

ibrohim mamen

Gua juga ga tau kenapa yang ini masuk list. Tapi… ya, pokoknya ambil dah tuh. Sekalian kalo mau ambil tipuan ala:

“Siapa di dalam?”

“Nurdin M Top!”

“Yes!”

“Hihihihi. Kena tipu nih ye.”

5. Adinda Mutiara Sabila, Muhammad Dafi Widodo, dan teman-teman SD-nya Marshanda

Hmmm… Ini kenapa mesti diklaim ya? Ah, bodo deh ah. Klaim aja lah pokoknya.

Intinya adalah:

Mari kita lindungi budaya bangsa ini dengan lebih menghargai keberadaannya. Cintai produk dalam negri.

Berbanggalah wahai bangsa Indonesia. Budaya negera kita begitu kaya sehingga negara lain sirik dan ingin mengambilnya.

Salam olahraga.

About a Movie

Posted in hobbies with tags , , on August 7, 2009 by roy saputra

cin(T)a

Katanya sih bakal tayang di Blitz Jakarta tanggal 19 Agustus 2009. Ga sabar pengen nonton. Jadwal lengkap bisa diliat di sini.

Gua punya dua orang teman. Mereka saling mencintai. Ironisnya, mereka tau mereka tidak bisa saling mencintai. Mereka mau, tapi mereka tidak bisa.

Lalu, harus dikemanakan rasa itu?

Dikubur dalam-dalam?

Sang pria mulai mendingin. Si wanita lalu menangis.

Lalu mereka pergi, dengan cinta yang masih ada di hati masing-masing. Tuhan mengajarkan kita untuk tidak berbohong. Tapi kenapa hati harus berbohong karena cara ‘memanggil’ Tuhan membedakan mereka?

Mengutip film cin(T)a:

Cina and Annisa love God
and God loves them both
But Cina and Annisa cannot love each other
because they call God by different names

Dan ketika film ini rilis di Jakarta, gua ingin sekali mengajak dua teman itu untuk nonton bersama. And may God speed.

Antara Nurdin, Bisnis MLM, dan Boneka Barbie

Posted in stories with tags , , on July 29, 2009 by roy saputra

Sopo jeneng’e?
Teguh Widodo?

nurdin ngetop

Tau dong Nurdin M. Top?

Dia adalah anak gembala selalu riang serta gembira seorang gembong teroris asal Malaysia yang sekarang menjadi buronan polisi Indonesia karena aksi teror bomnya. Disinyalir, bom bunuh diri di Mega Kuningan yang terjadi baru-baru ini juga merupakan aksi Nurdin dan kawanannya.

Dulu, bersama (Alm.) Dr. Azhari, dia merupakan duet maut. Ibarat dangdut, Nurdin adalah Anisa sedangkan Azhari itu Dewinta. Dr. Azhari bertugas sebagai perakit bom, sedangkan Nurdin M. Top merekrut para pelaku bom bunuh diri. Keduanya dilakukan tanpa goyang patah-patah.

Nah, ini yang tiba-tiba melejit di pikiran gua.
Betapa jagonya si Nurdin dalam meyakinkan seseorang!

Gile. Dia bisa meyakinkan seseorang untuk mati. Bayangin aja. Mati! Kalo meyakinkan orang buat mati aja dia bisa, maka… NURDIN M. TOP COCOK BANGET BUAT JADI ANGGOTA MLM.

Ngajak orang buat bunuh diri aja jago, apalagi cuman ngajak buat beli produk. Bayangin: Nurdin yang tinggi, besar, dan jenggotan, dateng ke rumah lalu nawarin sabun sama cukuran.

“Iya lho, Tante. Sabun yang kayak gini beda lho. Ada ginsengnya. Jadi selain bisa bersihin badan, juga bisa mempercepat pertumbuhan rambut. Dijamin, dalam 2 bulan, semua bulu pada tubuh Tante bisa gondrong.”

“Ah, saya ga mau bulu saya gondrong.”

“Nah, kebetulan Tante, saya juga ingin menawarkan cukuran kepada Tante.”

“…”

Selain meyakinkan orang buat beli produk, si Nurdin pasti perlu anak buah di MLM. Istilah kerennya downline. Dia pasti juga jago dalam hal gini-ginian.

“Jadi si Om tinggal cari dua downline. Lalu dua lagi. Lalu dua lagi. Lagi. Lagi. Lagi…”

“Udah?”

“Blom, Om. Lalu dua lagi. Lagi. Lagi. Lagi…”

“ARGH!”

Terlepas dari kecocokan dia jadi anggotan MLM, Nurdin bener-bener bikin gua amaze dengan kemampuan dia ngajak orang buat ngelakuin bom bunuh diri. Ada yang bilang dihipnotis…

“Masuki alam relaksasi Anda jauh lebih dalam, jauh lebih dalam dari sebelumnya. Dan tepuk tangan yang keras dari penonton akan membangunkan Anda dari alam bawah sadar.”

Kalo gini mah gampang cara mencegah bom bunuh diri. Sorakin aja pas ada orang yang mencurigakan.

Nah, menurut teori gua, cara Nurdin meyakinkan si calon pelaku adalah dengan mengiming-imingi… PREMI ASURANSI. Jadi selain menjabat sebagai gembong teroris, Nurdin juga jadi agen asuransi.

“Jadi kalo kamu mati, nanti pewaris kamu akan mendapat 1 milyar. Itu kalo kamu mati dengan bom kapasitas kecil. Kalo kapasitas besar bisa 2 milyar. Bisa dicicil, bunga ringan. Kalo kapasitas lebih besar dan banyak bule yang mati, pewaris kamu bisa dapet 3 milyar plus panci dan indomi sedus! Bayangkan itu, INDOMI SEDUS!”

Selain soal jago ngajak-mengajak, Nurdin juga jago nyamar-menyamar. Kadang pake jenggot, sok-sok pake kacamata padahal ga minus, sok-sok manjangin rambut padahal ketombean, atau sok-sok maen sinetron padahal ngomong bahasa Indonesia aja ga becus. Eh, yang terakhir mah Manohara. Maap, saya masih emosi ama dia.

Ampe mana tadi? Oiya…

Keahliannya dalam menyamar ini pengen gua usulin ke produsen boneka Barbie. Lucu aja, ngebayangin akan ada Nurdin-Nurdin versi kecil. Dan ketika iklannya…

Girls, ini dia Barbie edisi teroris! Wow, jenggot dan kacamatanya bisa dilepas! Amaziiiiing! Dapatkan segera di toko terdekat kamu sekarang juga. Jenggot dan rambut dijual terpisah.”

Eh, eh, si Nurdin baca blog gua ga ya? Waduh.

Ampun dah, Nurd. Janji dah gua ga bakal nakal lagi. Becanda doang kok ini. Gini aja dimasukin ke ati. Hehehe.

Sebagai penutup, gua ingin bilang ke orang-orang yang berkutat di bisnis MLM: Ajaklah NURDIN sebagai downline Anda! Niscaya sukses akan memburu Anda! Auwoo!