Extended Version
Lagi jengah dengan kerjaan kantor, jadinya guah kemarin iseng-iseng mengetik cerita ini. Lagi jengah juga dengan mengetik cerita PeLit yang masih ter-pending di rumah. Akhirnya, guah kembali menulis fiksi. Buat kamu yang udah baca TMOK (The Maling of Kolor), pasti tau cerita ini. Sebuah extended version, begitu Raam Punjabi menyebutnya. Enjoy! ^^
———

Bis no 12 itu berhenti di terminal.
Bis itu dengan selamat sampai di tujuan, sebuah kampung di sebuah kabupaten di Jawa Barat. Seorang pemuda turun berbarengan dengan 40 orang lainnya yang memiliki muka dengan tingkat kekucelan yang sama. Semua sama, semua lelah. Pemuda itu mengendus-endus, mencoba menikmati udara segar di terminal itu sampai ia menyadari bahwa di dekatnya ada kuda yang sedang buang hajat.
“Baguuuuus,” gerutunya.
Ia lalu merenggangkan pinggangnya karena sepanjang perjalanan tadi ia berdiri dan di sebelahnya berdiri pula wanita gemuk yang menjajah spasinya. Tadinya pemuda itu ingin melawan, tapi melihat si Ibu memiliki tato dengan tulisan Best Mom Ever, membuat nyalinya ciut. Menurut pemuda itu, meski tatonya bertuliskan sesuatu yang so sweet, tapi pada kenyataannya orang yang memakai tato biasanya berasal dari komunitas yang memiliki tenaga berlebih untuk memukul kepala orang.
Tapi, tiba-tiba…
“Copet-copet!” Ibu bertato itu berteriak dengan toanya sebagai aktualisasi atas tindak kriminal yang baru saja diterimanya.
“Mana, Bu? Mana?” Pemuda itu dengan sigap berlari mengejar si copet sebagai aktualisasi niat baiknya.
Si Copet berlari kencang. Terus, dan terus. Tak kenal lelah. Ia melompati beton-beton di sisi terminal. Melewati beberapa dokar yang kudanya baru saja buang hajat setelah sebelumnya si Kusir memberi makan gado-gado.
Hiiiiiiieeeeeekkk! (suara kuda, tapi kok malah kayak suara anak kelindes bajaj ya?)
Ceprot!
“Ya ampun. Kecepirit ya, Daniel?” Si Kusir bertanya kepada kudanya yang ia beri nama Daniel. Sebuah ketimpangan yang cukup jelas karena ia memberi nama anaknya sendiri Prihatin.
Si Copet yang awas berhasil menghindari ranjau darat itu. Tapi, sial bagi si Pemuda, ia gagal.
Ceprot!
“Yaiks!” jerit si Copet dari jauh.
“Awas yah kamuh!” teriak si Pemuda.
“Kejar saja kalau bisa! Yeeee!” ledek si Copet sembari melihat ke arah pemuda itu. Keasikan meledek, si Copet gagal melihat pantat kerbau yang sedang melintas. Kerbau itu sendiri sedang cuti dari syuting sinetron striping, berjudul Upik Kebo dan Laura. Si Copet terjatuh. Si Pemuda menyusul. Si Kerbau ternoda. Pemuda itu dengan cekatan menangkap si Copet, dan mengambil tas itu kembali.
“Ini, Bu, tasnya. Coba dicek dulu.”
“Aduuuuh. Makasi ya, Dek. Kamu ini baik sekali. Jarang lho ada orang sebaik kamu di jaman sekarang.”
“Hehehe. Makasi, Bu.”
“Ngomong-ngomong, nama kamu siapa ya?”
“Nama sayah? Nama sayah Ujang, Bu.”
Ujang pulang. Ia pulang. Kembalinya ia karena satu hal. Merebut cintanya kembali. Mujaroh. Selama janur kuning belum melengkung, Ujang tidak akan menyerah. Kini, ia telah kembali untuk cinta.
Kembalinya Ujang ke kampung disaksikan oleh belasan supir bus, seorang ibu bertato, seorang kusir, dan…
seekor kuda bernama Daniel.
-to be continued-
This entry was posted on August 6, 2008 at 3:23 pm and is filed under stories . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.
August 6, 2008 at 3:29 pm
ujangg!!
August 6, 2008 at 3:29 pm
loh”?saya pertama?hahahag >>baru nyadar
August 6, 2008 at 3:30 pm
satu lagi ahh biar dapet payung cantik ;p
August 6, 2008 at 3:35 pm
ahayahyahaya… ujang mamennn..
nama kudanya lebih keren daripada nama tokoh utamanya *sigh*
August 6, 2008 at 3:41 pm
Sayang ah buat di blog, di bikin dong lanjutannya
August 6, 2008 at 7:03 pm
waduh..tuh kuda namana keren hahahaa…lahir dmna?
horeeee…ujang pulkam.lebaran disana dong dia…
semoga mujaroh berpaling ke ujang lagi…
amin…nasution.
hehe
August 6, 2008 at 7:05 pm
ujang!
adaada aja deh!
August 6, 2008 at 8:57 pm
waah.. kayanya dikau lebih mantep bikin fiksi ajah.. kalo maksaain Pelit.. ntar malah disangka ikut2an.. secara Pelit kan udah banyak..
August 6, 2008 at 9:50 pm
welcome home roy
August 7, 2008 at 2:49 am
hahahahaha….
kok nggak di terusin si…
August 7, 2008 at 7:27 am
ujang i love u…
..hiks….
penasaraaaaaaaaaannnnnnnnn, pake -to be continued- segala
August 7, 2008 at 9:09 am
kuda nya kren ama nama nya kyak VJ MTV….???
ibu2 nya tato an kyak Dewi persik yak….???
wih…hore….si ujang jadi super hero….
baek2 aja mas… keep story es yup….
August 7, 2008 at 4:10 pm
hehehehhehe…cukup lucu
August 7, 2008 at 7:50 pm
to be continued-nya ditunggu roy…
lanjuut roy.
August 7, 2008 at 7:56 pm
mungkin karna tato ibunya “best mom ever” jadi malingnya brani. Coba klo “best PREMAN ever”, mungkin si maling ga bakal brani. Hahaha.. nice story, ditunggu lanjutannya….
*emoticon thumbs up*
August 7, 2008 at 7:57 pm
wahahahaha. nama anak kok bisa Prihatin gitu, gw jadi prihatin nih dengernya. wakakakakka.
Ujang.. Ujang.. Sono! beresin kandang kuda dulu! main2 mulu kerjaannya.. hahaha
August 8, 2008 at 9:01 am
ntu terminal apa pasar Mobil bekas??
bnyak bnged mobiLna’
August 8, 2008 at 1:00 pm
waaaaaaaaaaaaaa…seneng bgt blog gw disatronin roy saputra!!
huahahahah..
eniwei, mas, ko fiksi di atas terlalu cepet ritmenya ya… terlalu keburu2, bener2 berasa ngejar copet..
August 8, 2008 at 2:23 pm
*ngos ngosan abis ngejar copet*
minta minum donk bang?
August 8, 2008 at 5:01 pm
ohh… jadi namanya ujang?
August 8, 2008 at 5:02 pm
btw… bluestocking.wordpress.com
August 8, 2008 at 6:28 pm
wahahahaha..
kukejar cintaku walau berlumur tokay…
August 8, 2008 at 11:26 pm
lo gak coba bikin novel serius?
August 9, 2008 at 8:30 am
ujang! duitnya hasil kerja tiga orang itu akhirnya gimana om roy??
sepertinya daniel akan mengambil peran disini, ya?
August 9, 2008 at 4:13 pm
Ujaaaaaaang……! *iya Nyah*
Kok berenti nulis pelitnya.
Gampangan nulis non fiksi ato fiksi bang Roy?
August 10, 2008 at 7:11 pm
sampe mana roy?
August 10, 2008 at 8:13 pm
ayo ayoo lanjroottt.. lumayan baca gratisann
ikikikkk (keluar tanduknya)
August 12, 2008 at 11:01 am
uih, si ujang pulang kampung ternyata..lanjutin terus bang ceritanya, bagus soalnya
August 12, 2008 at 11:56 am
waaah emang penulis yang rajin yah hahaa hebat haha
August 13, 2008 at 4:54 pm
mampiR sejenak di terminal bang Roy ahhh…
August 13, 2008 at 7:12 pm
roy, numpang test