Kopitiam Oey? Maknyus!
Hai. Salam perut buncit.
Rabu kemarin, gua pergi ke Kopitiam Oey di jalan H. Agus Salim, atau yang lebih dikenal dengan jalan Sabang. Dengan jiwa pewisata kuliner yang masih membara, gua akhirnya menjejakkan kaki di depan Kopitiam Oey.

Dari luar, udah kerasa banget suasana Cina peranakan. Namanya aja Kopitiam Oey. Kopitiam berasal dari kata kafe tien, yang dalam bahasa Hokkian berarti warung kopi. Oey-nya? Wah, jangan tanya saya
Kopitiam Oey ini dibuka pada tanggal 18 Maret 2009 oleh pemiliknya. Siapa? Tak lain dan tak bukan, Bondan Winarno, seorang penikmat kuliner yang terkenal dengan slogan Maknyus-nya.
Kembali ke Kopitiam Oey. Penampakan luar yang begitu jadul membuat gua penasaran dengan bagian dalamnya. Ga sabar pengen masuk.
(suara dari kejauhan)
“Tapi jangan buru-buru keluar ya. Ntar lemes.”
Duh, apaan sih? Ehem. Gua pun masuk.
“Jangan lupa keramas.”
Duuuh. Apaan sih? Ehem, ehem. Gua melangkahkan kaki dan melihat…

Hiasan dinding menjadi sorotan pertama gua. Banyak iklan-iklan jadul yang sengaja dipasang untuk menambah kesan ‘tua’ pada warung kopi ini. Kursi dan meja pun sengaja dipilih yang bernuansa antik.
Belom minum aja, gua udah jatuh cinta sama warung ini.
Dan, makin jatuh cinta setelah gua tau, di sini bisa wi fi-an. Cihuy!
Karena namanya warung kopi, maka menunya didominasi oleh kopi dan teman-temannya. Ada kopi Talua Bukittinggi, Kopi Vietnam, Espresso, atau Cappuccino. Yang serunya, semua kopi dibuat secara handmade!
Yang khas di sini (menurut Mbak-nya) adalah kopi Aceh. Maka lagu Enno Lerian pun bersabda di kepala gua.
Mau minum s’gelas kopi … Aceeeeh
Bukan berarti harus ke… Aceeeeeh
Cukup ada di sini, dekat kita sendiri
Kita tinggal menikmati
Masih dengan jiwa pewisata kuliner, gua pun memesan kopi Aceh… sama kopi saring Vietnam… eh, ini asik nih…. sama French toast… udah kok itu doank, eh ini enak juga nih, hmmm… sama Roti belanda… udah kok, cuman pesen segitu aja! Sumpe deh!
Penasaran sama foto menunya? *kedap-kedip*
Bener penasaran? *angkat-angkat rok*

Dari pojok kiri atas (searah jarum jam): roti belanda – french toast – kopi aceh – kopi saring vietnam
Selain kopi, ada juga menu-menu makan berat. Seperti gado-gado BonBin, nasi goreng kambing, nasi kluwek, dan lain-lain.
Yang paling menyenangkan tentu saja harga yang sangat bersahabat dengan si dompet.
“Halo, Pet. Apa kabar? Keluarga gimana? Baik?”
“Baik kok. Istrimu apa kabar?”
Oke, bukan bersahabat yang seperti itu maksud gua.
Harga kopinya berkisar antara 8000 sampai 12.000.
“Rupiah?”
Dolar Ruwanda. Ya iya lah, pake rupiah. Hehehe.
Untuk keempat menu yang gua pesan itu, gua hanya menghabiskan 50.000 rupiah saja. Itu pun masih ditambah dengan suasana yang sangat hommy yang bikin gua ga pengen buru-buru pulang.
But, hell, it’s already seven o’clock at night. I had to go home.
Sebelum beranjak pulang, bolehlah gua membuat kesimpulan ini:
Kopitiam Oey? Maknyus!
June 19, 2009 at 10:14 am
Pak Roy, mengjangkau tempat ini dari Sunter gimana??
Kenyeknya seru banget ya tempatnya…Thx
June 19, 2009 at 10:18 am
@ oscar: ke arah sarinah aja, car. jalan sabang. naek… hm, taksi! :p
June 19, 2009 at 1:55 pm
njrit, gue jadi pengen kesini. tapi, gue ga tau jalan, jeee…
(
June 19, 2009 at 9:53 pm
sayang ga ada yg kayak gini di Zürich
iri deeh
June 20, 2009 at 10:31 am
weisss… jalan2 kulinernya ok tuh, kopitiam oey jadi pengen meuluncur…………
June 20, 2009 at 7:03 pm
waakakakaka dasar lo, udah kaya bondan aja. eh bukan bondan prakoso? si lumba-lumba!hahaha. wah kayaknya boleh nih, wi-fi lg cuy!
June 21, 2009 at 7:44 am
waktu tu gw ksana roy, tp d usir ama yg punya warung.. hahaha.. Katanya, “maaf mba, qta blum buka”.. Duuhhh.. Emg cozy bgt c tmptnya..
June 22, 2009 at 3:18 am
perut gw serasa di penuhin caci pemakan segala deh!!!
lapeerrr…..
September 10, 2009 at 12:56 pm
waw boljug nih! baru ya? hehe segera meluncur ke TKP!
September 16, 2009 at 5:32 am
baru tau ad t4 ini. ^^
padahal sering ke sabang. hehe…
thx atas infonya.