Ada Sembilan Hal Yang Ingin Kusampaikan Kepadamu

Posted in thoughts on July 23, 2009 by roy saputra

…yang delapan diantaranya aku lupa.

Aduh. Maaf, aku memang pelupa. Tapi akan kucoba untuk mengingat yang delapan itu.

Hm, mungkin itu tentang bibirmu
Yang melengkung seperti bulan
Kadang merembet seperti akar ginseng

Atau, itu tentang gaunmu
Polkadot merah hati
Disetrika sampai ke kaki

Mungkin juga tentang senyummu
Merah merona terkadang jingga
Atau biru ketika murka

Bisa juga tentang rambutmu
Di-smoothing sampai ke ujung
Poni dipotong rada nanggung

Tentang keluh kesah dalam harimu?
Yang selalu kudengar sampai bosan
Tapi tetap kusenyum, takut digampar

Atau tentang sepatumu
Yang kadang putih, kadang merah, kadang hitam
Tapi selalu kau banggakan

Mungkin tentang komentarmu
Bahwa Joe Sandy itu banci
Bahwa Limbad itu hebat

Tentang wajahmu?
Ah, aku tak yakin tentang itu

Malam ini, ada sembilan hal yang ingin kusampaikan kepadamu… yang delapan diantaranya aku lupa.

Aduh. Maaf, aku memang pelupa. Tapi aku selalu ingat ini:

bahwa aku cinta kamu

* dikutip dari notes Facebook Roy Saputra

Hotel Budi di Bom

Posted in pictures with tags , on July 17, 2009 by roy saputra

Tau iklan ini?

ini budi

MU belajar

Ini Budi

Budi bermain bola

Budi akan datang ke Indonesia

Tau-tau jeger

Eh, copot-copot

Hotel Budi dibom

Budi jadi takut

Katanya sih yang meledak di hotel Budi itu genset

Tapi masa iya?

Ini Budi

Itu siapa?

Rooney: Hey, Rio Ferdinand. Should we go to Indonesia after this incident?
Rio: Abdi teu nyaho.
Rooney: Hah? Rio? I don’t understand. What are you saying?
Rio: Abdi mah Rio. Mariono. Bukan Rio Ferdinand.

Ini yang ngebom teroris (Nurdin and the geng), orang yang kalah di pemilu, atau… MU-haters? Atau ini kerjaan teroris yang jagoannya kalah di pemilu dan ga suka sama MU? Ah, gua emang suka yang combo-combo. Tapi semoga Manchester United tetep dateng ke Indonesia. Gara-gara bom ini, si MU batal ke Indonesia. Argh.

Ledakan terjadi tadi pagi, sekitar pukul 8, di daerah Mega Kuningan. Disinyalir ledakan terjadi dua kali, masing-masing di hotel Ritz Carlton dan JW Marriot. Sejauh ini, ledakan ini telah memakan belasan korban luka, dan beberapa korban jiwa

bom

Mari kita kutuk pelaku peledakan ini

Curcong, Curhatan Pocong

Posted in stories with tags , , on July 15, 2009 by roy saputra

Terilhami dari film-film Indonesia yang lagi diputer di bioskop sekarang.

Alkisah (aaaah gila, udah lama banget ga alkisah-alkisahan, ampe kangen gua), hiduplah seorang, eh… hm, sebungkus pocong. Dia gaul, ganteng, keren, tapi sayang kebungkus.

Semasa jayanya ia adalah seorang pemain film kawakan. Ia banyak menjadi pemeran utama di berbagai judul film. Sebut saja Pocong 1 – 3, 40 Hari Bangkitnya Pocong, atau Sumpah Ini Pocong.

Tapi itu dulu.

Sekarang tawaran mulai berkurang. Bahkan di film terakhirnya yang berjudul Susuk Pocong itu pun ia harus bersaing ketat dengan Dewi Perssik dan Andy Soraya untuk merebut hati sutradara. Hampir saja si Pocong membuka bungkusannya di bagian dada dan berakting seronok. Tapi aksi nekad itu berhasil digagalkan setelah para kru mengingatkan si Pocong bahwa judul film ini Susuk Pocong, bukan Susu Pocong.

Di masa sulit seperti ini, Pocong berbagi sewa apartemen dengan Kuntilanak. Kuntilanak, atau yang biasa dipanggil Kunti, adalah seorang wanita berambut panjang, bermata panda. Dia juga seorang pemain film dan penggemar berat d’Masiv.

Selain bermain film, Kunti juga sempat membuka usaha lain. Mengikuti jejak artis Hollywood, ia membuat racikan parfumnya sendiri. Kalau artis Hollywood membuat parfum beraroma terapi, maka Kunti bikin parfum beraroma menyan. Entah kenapa kurang laku.

Di suatu sore yang naas, Pocong curhat sama si Kunti tentang kariernya di dunia film yang semakin suram. Tadinya dia mau curcol alias curhat colongan. Tapi karena topiknya seru, kayaknya dia bakal curpandik alias… curhat panjangan dikit.

“Kun, kok orderan film sepi banget ye sekarang?”

“Jaman udah beda, Cong. Film horor udah ga happening lagi,” jawab Kunti sambil dengerin iPod.

“Ya, kan gua ga mesti maen film horor. Film apa aja gua juga bisa kok,” balas Pocong sambil garuk-garuk borok di pipinya yang bernanah. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini sehingga ia yakin bisa berhasil main di film non horor dengan pipi yang kurang higienis.

Kunti melihat Pocong dari ujung kaki ke ujung kepala.

“Toket lu kekecilan buat maen film komedi panas yang lagi happening sekarang ini. Lagipula… Muka lu itu kok berantakan, muka lu itu kok ga karuan…,” jawab Kunti pake nyanyi.

“Ah. Yang happening kan bukan cuman film genre itu aja, Kun. Ada lagi kan?”

“Iye. Ada. Lu bisa maen bulutangkis, atau bola kaki? Film anak-anak yang jago olahraga juga lagi jaya nih.”

“Ah, gua ga cocok maen film gituan.”

“Kenapa? Ga bisa maen bulutangkis?”

“Gua ga cocok pake celana pendek. Kaki gua buluan, Kun.”

“…”

“Eh, bentar, Kun. Gua kebelet.” Pocong loncat-loncat ke WC. Setelah dua menit berlalu dengan sepi, akhirnya terdengar juga suara Pocong dari dalam WC.

“Kuuuuuun! Ke sini dooooong! Tolong bukain bungkusan gua doooong!”

“Lah, pake tangan lu sendiri aja kali! Masa gua yang bukain? Aku bukan siapa-siapa untukmuuu…” jawab Kunti pake nyanyi.

“Nah itu dia masalahnya, Kun. Tangan gua kan juga kebungkus!”

“Aaah. Ribet!”

Kunti dengan sabar ngebantuin Pocong yang kesulitan dalam melakukan ekskresi. Setelah beres, Kunti memberi sebuah petuah penting.

“Makanya, besok-besok kalo mati jangan dibungkus kain kafan.”

“Abis dibungkus apaan dong?”

“Pampers.”

Setelah adegan WC itu, mereka berdua duduk kembali di ruang tamu. Mereka akan melanjutkan sesi curhat sore ini.

“O! Gua tau, Kun! Kita bikin geng motor aja. Lu, gua, Setan Pondok Indah, Suster Ngesot, ama Hantu Tanpa Kepala! Terus kita bikin film judulnya… Tarix Jabrix! Gila, orisinil banget dah!”

“Orisinil pala lo. Tarix Jabrix udah ada oi!”

“Ooo. Ya udah, kalo soal nama gampanglah. Tapi yang jelas anggota geng motornya itu tuh! Gimana?”

“Setan Pondok Indah udah pindah. Yang gua denger terakhir dia pindah ke Pondok Labu. Nah, namanya jadi Setan Pondok Labu dah. Sejak itu dia sekarang minderan, udah jarang gaul lagi. Menurut dia, nama Setan Pondok Labu kurang hip, dan jadi berasa lebih mirip ulet daripada setan.”

“Ckckckck. Kalo Suster ngesot gimana? Cocok kan buat jadi anak geng motor?”

“Suster Ngesot mana bisa naek motor. Jalan aja ngesot, gimana mau naek motor coba.”

“Kalo Hantu Tanpa Kepala?”

“Caranya dia pake helm gimana hayo?”

“O iye, bener juga.”

Di sela obrolan yang maha penting itu, pocong ambil laptop lalu nyari-nyari wi fi colongan dari kamar sebelah. Setelah dapet signal yang cukup kenceng, dia buka 21cineplex.com.

“Apa gua ke Hollywood aja ye? Bisa nih gua ikutan maen di Transformers.”

“Gini ya, Cong. Transformers itu cerita tentang robot luar angkasa yang bisa berubah bentuk jadi mobil. Robot. Mobil. Luar angkasa. Kebayang ga kira-kira lu yang PUTIH, HOROR, KEBUNGKUS, cocoknya jadi apa?” Kunti mulai naik darah, turun bero.

“Ah, bisa kok. Judul Transformers-nya ditambahin dikit aja. Jadi Susuk Transformers.”

“#@*&?$!”

“Kurang bagus ye? Kalo Transformers Rumah Ampera?”

Kunti kejang-kejang. Pocong yang bingung memutuskan untuk ikut rebahan di lantai dan solider. Pocong kejang-kejang juga.

Beberapa bulan setelah obrolan itu, kabar terakhir mengatakan Pocong sempat ditawari untuk jadi bintang iklan deterjen. Sayang kalah saingan sama Luna Maya dan Sandra Dewi. Pocong marah-marah dan berpikir apa yang ada di pikiran produsernya. Saking marahnya, si Pocong sempat teriak:

“Gua sumpahin ga ada setan yang mau beli!”

Kuntilanak sendiri lebih sibuk jadi grupis-nya d’Masiv dan mencoba eksis di beberapa konser.

kunti nonton konser

Dan si Kunti hanya diam, tanpa kata

My Political View

Posted in thoughts with tags , on July 7, 2009 by roy saputra

Postingan kali ini merupakan pandangan politik gua secara pribadi. Boleh didebat, boleh didukung, boleh dikitik-kitik. Ditoel-toel juga boleh.

Rabu besok, bangsa Indonesia akan mengadakan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Awalnya gua (dan gua yakin banyak orang juga sama) akan sangat mendukung jika SBY dan JK kembali jalan bareng. Mereka saling melengkapi satu sama lain. SBY yang hati-hati diimbangi dengan JK yang berani mengambil resiko.

Tapi mereka sekarang udah pecah kongsi. SBY duet dengan Boediono, sementara JK dengan Wiranto.

Jadi gua bingung akan memilih siapa. Mega – Prabowo? Dengan segala hormat, gua ga masukkan mereka sebagai calon yang kuat. Kasian Prabowo, sebenernya visi dia jelas tapi posisinya hanya sebagai cawapres yang mana orang Indonesia masih melihat figur capresnya ketimbang cawapresnya (menurut gua, ini yang membuat SBY menang pada pilpres 2004). Idenya konkrit dan visioner meski di beberapa bagian agak ekstrim. Seperti menutup semua pintu impor hasil pertanian dan perkebunan. Bisa-bisa negara kita kena embargo juga nantinya.

Dan tibalah kita pada pertanyaan maut kebanyakan orang saat ini: SBY atau JK?

Setelah melihat debat capres kemarin, gua melihat JK sangat memahami masalah dan selalu coba mengelaborasinya dari pendekatan ekonomi. Buruk? Sama sekali tidak, karena jika dipikir-pikir memang semua masalah di Indonesia itu bermula dari kesenjangan ekonomi dan keterbatasan APBN.

Dari debat itu pula, keliatan kalo JK punya peran yang ga sedikit di pemerintahan sekarang. Beda dengan pemerintahan-pemerintahan lalu ketika wapres hanya sebagai ban serep, JK adalah the working vice president.

Yang paling gua kagumi adalah penjelasan dia tentang mengurangi objek subsidi (konversi minyak tanah ke gas), konsep BLT, dan apa-apa yang perlu dibenahi untuk menarik para investor asing masuk ke Indonesia (infrastruktur, listrik, dll). Ide-idenya sangat konkrit dan logis.

Sangat disayangkan kalau orang secerdas dan sevisioner ini tidak dipercayakan untuk memegang peranan di negara ini.

Di beberapa bagian debat, beliau memang mengakui bahwa ada beberapa ide dia yang tak didengarkan oleh SBY, ya i think it’s just part of his campaign strategies.

Ditambah lagi, beliau begitu dinamis, tidak kaku, dan mampu menghidupkan suasana.

Elektabilitas JK juga terus meningkat. Selain karena iklan kampanyenya yang tepat, itu juga disebabkan blundernya tim sukses SBY. Mulai dari kasus-kasus yang nyerempet SARA, atau soal satu putaran yang menurut gua sangat tidak penting itu.

Jadi, sebagai kesimpulannya, gua akan memilih JK pada Rabu besok. Bukan berarti SBY itu buruk. Tidak sama sekali. Tapi karena gua pikir Indonesia dengan segala permasalahannya saat ini, perlu seorang pemimpin yang visioner, cerdas, dan lebih berani.

Karena saat ini Indonesia butuh yang… lebih cepat, lebih baik.

lebih cepat lebih baik

Semoga Indonesia memilih dengan tepat.

Kalau kamu, pilih siapa?

Polaroid Masa Lalu

Posted in pictures with tags , on June 29, 2009 by roy saputra

*Doroymon, a wonderful masa jadul (Bukune, 2009) hal 146-147

Selain bahasa Inggris, presentasi ini pun menuntut kami untuk menampilkannya dengan unik. Ada kelompok yang bergaya robot-robotan. Ada yang menggunakan drama Romeo dan Juliet untuk sarana presentasi. Ada juga yang memakai cerita sebagai wartawan MetroTV yang tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun selama peliputan… hmm, kayak pernah baca nih.

Paling gua inget adalah saat kelompok Dikun presentasi. Dikun jadi robot gitu. Oiya, Dikun juga salah satu dari kami yang blepotan kalo ngomong bahasa Inggris. Dia berdampingan dengan Heny yang berperan jadi Dora The Explorer.

So, Robo Dikun, how do you think about this problem?” tanya Heny sambil menggendong boneka monyet. Ceritanya itu si Boots, monyet temennya Dora. Tapi kok Heny lebih mirip si Buta dari Goa Hantu ya?

Di sini, Dikun harusnya membacakan kalimat yang ia udah hafalkan dari pagi. Tapi, sekarang, ia lupa.

“Eh… hm…”
“Robo Dikun?” Heny panik karena Dikun gak ngomong bagiannya.
“Hm…”
“Robo Dikuuuun?”
“Error, Dora. Dora, Error. Error nih. Error.” Bisaan aja si Dikun ngelesnya.

Untung Heny ingat bagian Dikun. Jadi Heny lah yang akhirnya membacakan kalimat Dikun. Tapi, semenit berikutnya, Dikun udah ingat bagiannya dan ingin melanjutkan sendiri. Ingin agar Heny jangan ikut campur, maka Dikun berteriak:

“DON’T FOLLOW MIX!”
Jangan. Ikut. Campur.

Jenius.

foto dikun

Yang paling kiri itu Heny the Explorer. Yang di sebelahnya, yang pake karton warna emas, itulah Dikun si Jenius.

Dan percayalah, mereka itu sedang mempresentasikan sebuah tugas mata kuliah yang teramat penting. Percayalah.

Sabtu kemaren gua baru dapet satu folder foto lama dari temen. Gua jadi keinget beberapa kejadian dari buku Doroymon. Seperti presentasi siskual yang ngaco itu, atau seperti yang ini:

it's me playing drums

Playing drums is never dull

Ini waktu gua beserta teman-teman akan membawakan lagu Astrid tanpa latihan (Doroymon halaman 213-215). Penasaran dengan wajah-wajah pemain band lainnya? Sok atuh.

the band

Jo (the bass player), Naya (the guitar hero), Maryono (pedagang lapo tuak)

Atau, foto lainnya. Tentang cerita ini…

*Doroymon, a wonderful masa jadul (Bukune, 2009) hal  279-280

Di awal-awal acara, MC naik ke panggung untuk memberikan semacam award-award. Ada 2003 terlucu, 2003 terunik, dan terlalu. Yang terakhir ter-apa? Ter. La. Lu . Semua pemenang ditentukan berdasarkan poling yang disebar ke 2003 sendiri.

“Dan, nominasi untuk 2003 termaju adalah…” MC menunjuk ke arah layar. Di sana terpampang 3 foto nominatornya. Ada Maryono, Mas Agus, dan terakhir ada gua.

“Pemenangnya adalah… Roy!”

Gua pun maju ke depan dengan tebakan-tebakan yang bikin gak enak hati. Ini pasti gua dipilih gara-gara perut gua yang kayak Doraemon nih. Apa kek yang maju. Pemikiran kek, otak kek, visi kek. Masa perut yang maju? Siaul. Tapi, gua gak abis akal. Gua naik ke atas panggung, dan mengambil alih mik.

“Aha! Terima kasih, teman-teman. Ini termaju ya? Lihat nominatornya. Ada Maryono yang cum-laude, ada Mas Agus yang Duta Muda Asean. Ini pasti nih. Pasti nih. Yang maju pasti… PRESTASINYA. Bukan begitu? Ya kan? Ya tho?” tanya gua mencari justifikasi.

termaju!

“Ya kan? Ya tho?”

Ah.

Foto-foto ini hanya membuat gua semakin kangen dengan masa jadul gua yang wonderful. Foto-foto ini membuat gua tersenyum. Liat lagi. Tersenyum lagi. Foto berikutnya gua tertawa melihat sepenggal foto lucu milik mereka. Berikutnya, gua terharu, mengingat kejadian juara olahraga.

Senyum, tawa, tangis, haru…. mereka memajemukkan rasa dalam hati.

Sedetik berikutnya, gua mulai gundah. Bengong di depan layar. Menatapi kilasan-kilasan yang seolah bermain di kepala. Mereka bagai polaroid masa lalu, tertulis di masa kini.

polaroid

Because, the stories are real.

The characters are real

And most of all… the friendship is real.

Bye, Michael

Posted in stories with tags on June 26, 2009 by roy saputra

Gua bukan penggemar berat lagu-lagunya.
Gua juga bukan penggemar berat karya-karyanya.

Tapi punya karier panjang seperti ini dan masih akan mengadakan konser di usianya yang ke-50, he’s must be a great artist.

Suka atau ga suka, karya-karyanya sungguh melegenda. Terngiang-ngiang di kepala dan suka didendangkan tanpa sengaja. Lagu-lagu seperti Black or White, Heal The World, Remember The Time, atau yang lebih klasik seperti Smooth Criminal yang sering dinyanyikan ulang dengan berbagai versi, Beat It yang diplesetin sama Warkop jadi Cepirit, atau yang paling ngetop: Thriller.

Koreografinya juga menjadi cerita tersendiri. Siapa yang ga tau gaya moon-walk, gaya berjalan seolah-olah maju tapi mundur. Atau gaya anti-gravity lean di video klip Smooth Criminal, yang dipatenkan oleh si empunya. He has his own style.

Sayang di penghujung kariernya, dia malah banyak dicela, dihina, atau bahkan diasingkan. Tuduhan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak menjadi sorotan utama. Ga jarang, dia menjadi bahan cemoohan di film-film parodi Hollywood.

Dia sungguh pribadi yang fenomenal. Dan setelah perjalanan yang panjang itu, akhirnya ia kalah oleh penyakit jantung.

Sebagai penutup, gua ingin mengucapkan…

Bye, Michael

Adios, hombre

Sayonara…

michael-jackson

Innalillahi wa innailaihi raji’un

Michael Jackson
29 Agustus 1958 – 25 Juni 2009

Kalo menurut kamu, MJ itu gimana?

Megan Fox at Berlin Premiere of Transformers 2

Posted in pictures with tags , , on June 23, 2009 by roy saputra

UPDATED (24/06/09):

Anjrit. Megan Fox was a MAN!

Banci thailand juga dia. Berita (gosip?) dari sini. Gile bener, ini mungkin transgender/transeksual paling oke kali ya.

Mari para pria sehat tanpa celana, kita buyarkan fantasi itu jauh-jauh. Tampaknya gua perlu bantuan Rommy Rafael untuk melupakan bayangan gua terhadap Megan Fox. Biarkan gua masuk alam relaksasi jauh lebih dalam, jauh lebih dalam dari sebelumnya…

Tau Megan Fox dong?

Doi adalah pemeran utama wanita dalam film Transformers, yang serial keduanya akan rilis di Indonesia ga lama lagi. Doi belum lama ini juga dinobatkan sebagai wanita paling seksi sedunia-akherat oleh majalah FHM, jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya.

Belom lama ini, doi muncul dalam premiere Transformers yang kedua di Berlin. Transformers yang kedua bercerita tentang para Decepticons yang masih dendam karena kekalahan mereka di film yang pertama. Ternyata mereka orangnya dendeman, mirip sama Nyi Pelet. Lalu… AAAHH, who cares tentang cerita film ini!

Balik ke Megan Fox.

Berikut gua posting foto-foto doi pas lagi di premier Transformers 2 di Berlin. Enjoy!

megan fox 1

“Megan busy bangeth. Pokyocknyah gityu deh. It’s so keeewl!”
(updated 24/06/09): anjrit! ini dulunya cowok!)

megan fox 2

Mbak, itu kancing bajunya, eh… ALAMAK.
(updated 24/06/09): anjrit! itu dada cowok!)

megan fox 3

“Selamat datang di KFC. Mau pesen apa, Mas?”
“Saya pesen paha mulusnya dua.”
(updated 24/06/09): anjrit! itu paha cowok!)

megan fox 4

Eh, si Mbak. Tau aja kalo saya lagi ngeliatin. Hehehe
(updated 24/06/09): -masih- anjrit! ini dulunya cowok!)

megan fox 5

Oh, Megan Fox, kau begitu montox dan semox
(updated 24/06/09): anjrit banget! ini dulunya cowok!)

Ciamik banget dah si Megan. Satu pesan saya untuk adinda Megan. Jangan sampai kau menikah dengan sultan dari ngeri Jiran. Nanti disilet-silet dadamu itu. Tapi, kalo pun sampe disilet, bolehlah saya jadi… tim visumnya.

UPDATED 24/06/09: ANJRIT!!! DIA DULUNYA COWOK!!!

Kopitiam Oey? Maknyus!

Posted in hobbies with tags , , on June 19, 2009 by roy saputra

Hai. Salam perut buncit.

Rabu kemarin, gua pergi ke Kopitiam Oey di jalan H. Agus Salim, atau yang lebih dikenal dengan jalan Sabang. Dengan jiwa pewisata kuliner yang masih membara, gua akhirnya menjejakkan kaki di depan Kopitiam Oey.

tampak loear

Dari luar, udah kerasa banget suasana Cina peranakan. Namanya aja Kopitiam Oey. Kopitiam berasal dari kata kafe tien, yang dalam bahasa Hokkian berarti warung kopi. Oey-nya? Wah, jangan tanya saya

Kopitiam Oey ini dibuka pada tanggal 18 Maret 2009 oleh pemiliknya. Siapa? Tak lain dan tak bukan, Bondan Winarno, seorang penikmat kuliner yang terkenal dengan slogan Maknyus-nya.

Kembali ke Kopitiam Oey. Penampakan luar yang begitu jadul membuat gua penasaran dengan bagian dalamnya. Ga sabar pengen masuk.

(suara dari kejauhan)
“Tapi jangan buru-buru keluar ya. Ntar lemes.”

Duh, apaan sih? Ehem. Gua pun masuk.

“Jangan lupa keramas.”

Duuuh. Apaan sih? Ehem, ehem. Gua melangkahkan kaki dan melihat…

tempoe doeloe

Hiasan dinding menjadi sorotan pertama gua. Banyak iklan-iklan jadul yang sengaja dipasang untuk menambah kesan ‘tua’ pada warung kopi ini. Kursi dan meja pun sengaja dipilih yang bernuansa antik.

Belom minum aja, gua udah jatuh cinta sama warung ini.

Dan, makin jatuh cinta setelah gua tau, di sini bisa wi fi-an. Cihuy!

Karena namanya warung kopi, maka menunya didominasi oleh kopi dan teman-temannya. Ada kopi Talua Bukittinggi, Kopi Vietnam, Espresso, atau Cappuccino. Yang serunya, semua kopi dibuat secara handmade!

Yang khas di sini (menurut Mbak-nya) adalah kopi Aceh. Maka lagu Enno Lerian pun bersabda di kepala gua.

Mau minum s’gelas kopi … Aceeeeh
Bukan berarti harus ke… Aceeeeeh
Cukup ada di sini, dekat kita sendiri
Kita tinggal menikmati

Masih dengan jiwa pewisata kuliner, gua pun memesan kopi Aceh… sama kopi saring Vietnam… eh, ini asik nih…. sama French toast… udah kok itu doank, eh ini enak juga nih, hmmm… sama Roti belanda… udah kok, cuman pesen segitu aja! Sumpe deh!

Penasaran sama foto menunya? *kedap-kedip*
Bener penasaran? *angkat-angkat rok*

kopitiam oey maknyus!

Dari pojok kiri atas (searah jarum jam): roti belanda – french toast – kopi aceh – kopi saring vietnam

Selain kopi, ada juga menu-menu makan berat. Seperti gado-gado BonBin, nasi goreng kambing, nasi kluwek, dan lain-lain.

Yang paling menyenangkan tentu saja harga yang sangat bersahabat dengan si dompet.

“Halo, Pet. Apa kabar? Keluarga gimana? Baik?”
“Baik kok. Istrimu apa kabar?”

Oke, bukan bersahabat yang seperti itu maksud gua.

Harga kopinya berkisar antara 8000 sampai 12.000.

“Rupiah?”

Dolar Ruwanda. Ya iya lah, pake rupiah. Hehehe.

Untuk keempat menu yang gua pesan itu, gua hanya menghabiskan 50.000 rupiah saja. Itu pun masih ditambah dengan suasana yang sangat hommy yang bikin gua ga pengen buru-buru pulang.

But, hell, it’s already seven o’clock at night. I had to go home.

Sebelum beranjak pulang, bolehlah gua membuat kesimpulan ini:

Kopitiam Oey? Maknyus!

Sibuknya Para Pekerja Kerah Putih di Pagi Hari

Posted in stories with tags , on June 16, 2009 by roy saputra

Suatu pagi di cubicle suatu kantor di bilangan Sudirman, seorang pegawai teladan baru aja datang dan menyalakan komputernya. Berikut urutan kerja pegawai teladan tersebut di pagi hari. Sungguh jadwal yang sibuk. Perhatikan saja daftar berikut ini.

1. Cek email pribadi

Mencari email-email lucu, atau forwardan email Prita.

Dr. G menyuntik saya. Hiks hiks. Dia menyuntik saya dengan Momogi rasa keju. Untung saya doyan.

2. Bergosip dengan teman sebelah.

Topiknya antara Manohara yang udah tobat ga doyan duit, atau Limbad yang udah berubah jadi kupu-kupu.

“Lho kok bisa?”

Bisa donk. Kan ada lagunya tuh: Persahabatan bagai kepompong, mengubah Limbad menjadi kupu-kupu.

3. Buka Facebook. Update status.

Pegawai teladan yang kebetulan sedang kasmaran ini sedang berpikir enaknya ganti status apa. Hmmm….

sehari tanpamu seperti… tanpamu seharian (lho? sama aja ya. sengaja dibolak-balik. biar ga gosong. lah, emangnya telor dadar? btw, ini tulisan dalam kurungnya kok lebih panjang daripada statusnya sendiri? aaarrgh! eh, mas budi, saya titip nasi padang ya! ga pedes! eh, maap, barusan OB saya lewat. sampe mana tadi? oiya, ini diudahin apa ga ya? titik? apa ga? titik? apa ga? ah, ga aja ah. eh, titik aja deh)

Lalu teman si pegawai yang juga teladan, mengomentari status itu.

buset, ini status apa jembatan suramadu? panjang bener

Teman yang lain, yang tidak kalah teladan, ikut mengomentari.

eh, ntar makan siang dimana nih?

4. Masih buka Facebook. Bales-balesin Wall.

Wall dari Encup

[10.05] Eh, cuy, kemane aja lo? Pa kabar lo?

Dibalas dengan

[10.06] Bae, men! Lo pa kabar? Gimana anak? Sehat?

Dibalas oleh Encup dengan

[10.07] Bae juga nih. Gimana bini? Montok?

Yaelah, CHATTING aja ngapaa?

5. Masih buka Facebook. Nulis notes.

Tahukan kamu? Manohara melaporkan Tengku Fahry ke Mabes Polri. Tebak apa yang akan terjadi? Akankah Tengku Fahry naek Kopaja P19 dan turun di depan Komdak? Ataukah ia tidak akan datang karena ia warga negara Malaysia dan Mabes Polri tidak punya otoritas di sana? Go figure.

6. Masih buka Facebook. Tinggal komputer buat sarapan

“…”

7. Balik dari sarapan. Maen Pet Society di FB

“Ayo, Entong, mandi dulu yaaaa.”

8. Masih buka Facebook. Komenin foto temen

kuda nil

Astagfirullah

9. Kerja (setengah becanda)

“Men, report mingguannya gua emailin ke lu yak! Eh eh, liat nih foto syur Aura Kasih. Hot banget, men! Sekalian gua forward ya ke email lu!”

“Jangan lupa. Ga usah di CC ke bos!”

10. Kerja (setengah lapar)

Dikit-dikit liat jam. Dikit-dikit megangin perut. Dikit-dikit ngiler. Dikit-dikit lirik temen. Dikit-dikit meletin lidah.

11. Makan siang yang diawali dengan kegiatan sujud sukur dan teriak “Akhirnya makan siang jugaaa”

Sungguh kegiatan yang sangat sibuk di pagi hari. Dan hampir setengahnya diakibatkan oleh Facebook. Jadi apakah memang sebaiknya Facebook diharamkan?

“Kalo maen Facebook-nya sambil makan babi… baru haram.”

Cincin itu Terbuat dari Emas

Posted in thoughts with tags , , on June 10, 2009 by roy saputra

*foto dan berita disarikan dari detik.com

Baru-baru ini marak sebuah berita yang mengabarkan bahwa DPR menganggarkan Rp 1.9 milyar untuk membelikan setiap anggotanya sebuah cinderamata.

“Dulu pernah dibahas, berupa cincin emas,” kata anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI dari FPKS, Abdul Hakim.

Menurut berita yang gua dapat, masing-masing anggota akan mendapat cincin emas seberat 10 gram dengan harga Rp 3.500.000. Dan menurut berita yang sama, cinderamata seperti ini memang ada setiap masa jabatan.

kebanjiran

Tapi, keluarga ini masih belum hidup layak, Pak.
Rumah mereka masih kebanjiran, Bu.

kepanasan

Tapi, mereka masih belum bisa sekolah yang layak, Pak.
Sekolah mereka masih rata dengan tanah, Bu.

kemiskinan

Tapi, adik kita ini masih susah cari air bersih, Pak.
Gizi buruk masih menjangkiti mereka, Bu.

Ampun, Pak, Bu. Saya janji deh ga nakal lagi. Tapi boleh ya, kalian bersimpati sedikit? Atas apa yang terjadi kepada rakyat yang seharusnya terwakili olehmu.

Berikut ini adalah potongan wawancara detik.com dengan salah seorang anggota DPR, Alvin Lie.

Sebagian masyarakat menolak program ini lantaran dianggap menghambur-hamburkan uang rakyat?

Semua ada alokasinya. Kalau semuanya ditolak, kita nggak perlu ada pengawasan terhadap presiden. Toh selama ini kita juga terus melaksanakan kewajiban kita meskipun memang ada kekurangan.

Anggaran untuk seorang presiden saja 1 tahun Rp 200 miliar untuk semua kepentingan presiden seperti perjalanan dinas dan sebagainya. Itu cuma untuk satu orang saja. Jadi masyarakat juga perlu tahu. Kalau selalu tidak perlu begini begitu, anggarannya dibagikan ke rakyat, ya kita juga gak usah bikin UU, gak usah bayar pakar untuk proses bikin UU.

Tapi kinerja DPR kan selama ini dianggap buruk, jadi tak pantas mendapatkan cinderamata seperti itu?

Ini  masalah apresiasi saja. Kalau kinerja Dewan tidak bagus memang harus diperbaiki. Tapi kita tidak tinggal diam. Direksi BUMN yang merugi saja dapat bonus gede. Menteri yang kinerjanya tidak jelas dapat cinderamata. Bahkan tidak diketahui oleh publik.

Ooooo. Jadi ini hanya masalah sirik toh?

Beneran deh, gua ga ngerti jalan pikiran mereka. Katanya mereka dewan terhormat. Katanya mereka wakil rakyat.

Cincin itu terbuat dari logam yang mulia.
Tapi hatimu tidak.