Bahaya Laten Bagi Para Pria Indonesia

Posted in stories with tags , , on June 3, 2009 by roy saputra

Alert! Alert!

Alert! Alert!

*bunyi alarm mengaung-ngaung*

Telah terlepas sebuah bahaya laten bagi para pria Indonesia. Setelah sebelumnya terkungkung di luar negri, akhirnya bahaya laten ini sampai juga ke Indonesia.

(suara dari kejauhan)
“Apakah bahaya laten bagi para pria itu? Virus flu babi?”

Ini lebih gawat dari sekedar flu yang menimpamu.

“Ye. Malah ngatain gua babi lagi! Terus apa donk? Penyakit kelamin kah?”

Bukan, ini lebih gawat dari penyakit kelamin. Lebih gawat dari penyakit sifilis.

“Kalo singa raja hutan, Tarzan raja apa?”

Tarzan raja singa (sifilis). Lho, kok jadi maen tebak-tebakan? Pokoknya, bahaya laten yang masuk ke Indonesia ini lebih gawat dari segala macam bentuk cacat duniawi.

Bahaya laten ini bisa membuat para pria terjerembab, lelah hati, dan jatuh miskin. Semua harta bisa habis karena bahaya laten ini.

“Apa sih? Penasaran deh.”

Mau tau? *kedip-kedip*
Beneran, mau tau? *angkat rok dikit-dikit*

trio macan

Trio ini mampu menyedot uangmu sampai ke tulang sumsum. Dapatkan segera di warung terdekat. Dijual terpisah.

Bahaya laten itu adalah Manohara Odilia Pinot, ibunda Deasy Fajarina, dan adeknya itu. Para pria Indonesia kini dalam bahaya besar!

Bagi para orang tua kaya yang punya anak kaya juga, berhati-hatilah. Simpan anakmu dalam laci dan kunci rapat-rapat (emangnya kue jahe?).

Bagi para remaja kaya yang punya orang tua kaya (aduh, ini cuman dibalik-balik aje), waspadalah. Kejahatan bukan timbul hanya karena ada niat pelakunya, tapi karena adanya kesempatan. Maka waspadalah! Waspadalah!

Bagi para jomblo kaya yang rela duitnya diabisin… ya gua sih ga tanggung ya. Paling encok-encok.

Nah, biar lebih asoy, mari kita list siapa aja yang mungkin bakal dijadiin target operasi berikutnya oleh Manohara Odilia Pinot dan ibunya. Yuk mari.

1. Syekh Puji

Syekh-Puji

Kaya, berjenggot, dan tak bermasalah dengan perbedaan umur yang jauh. Dialah, the one and only… Syekh Puji!

Pria berusia 43 tahun, berasal dari Semarang, dan memiliki jangkauan pukulan 170 cm ini (emang petinju?) disinyalir memiliki usaha dengan omset milyaran per bulan. Bikin ngiler bukan?

2. Tukul Arwana

tukul

Pria kelahiran Semarang, 16 Oktober 1963 yang lalu ini diperkirakan sebagai artis terkaya nomor dua setelah Anjasmara. Meski tampang beda jauh, tapi nasib beda dikit. Hehe.

Tukul, yang makin beken lewat acara Empat Mata, mengaku mendepositokan sebagian uangnya. Sebagian lagi dibelikan rumah dan tanah. Selain membeli rumah di kawasan Cipete Utara, Jakarta Selatan, Tukul membangun kos-kosan berlantai dua. Ia pun membangun rumah untuk orangtuanya di Semarang. Tukul mendermakan pula uangnya ke yayasan dan Pondok Istighfar di Semarang.

Tuh kan. Udah tajir, baik pula. Sayang mukanya jelek.

3. Andika Kangen Band

andika kangen band

Menjadi vokalis dari sebuah band yang sedang naik daun, membuat Andika banyak digemari oleh para wanita. Disinyalir Andika Kangen Band menjadi hal yang paling digemari nomor 2 setelah Momogi.

Melejitnya penjualan album Kangen Band juga mendongkrak tingkat ekonomi para personilnya, tak terkecuali Andika ini.

Tapi ngomong-ngomong… Mas, kalo wawancara mbok ya itu kipas anginnya dimatiin dulu. Kan rambutnya jadi ketiup-tiup gitu.

“Itu emang begitu oy!”

Oooo. Kirain. Hehe. *cengar-cengir*

Sementara itu, jauh di Slipi sana.

“Mano, kamu hari ini ada jadwal interview di TV anu ya!”
“Oke. Mommy. Tapi Mommy udah minta deal yang oke kan?”
“Iya dong, Sayang. Semuanya wawancara eksklusif!”
“Duitnya gimana, Mommy?”
“Ya cukuplah buat nambah-nambah beli Jaguar.”
“Ih, asik dong, Mommy.”
“Oiya, besok kamu ada wawancara di majalah ini, radio itu, sama koran anu ya. Jangan lupa dandan.”
“Sip, Mommy. Eh, tapi aku kapan visumnya ya?”
“Ah, itu mah belakangan aja. Ini mumpung lagi rame order. Masa rejeki ditolak? Pamali itu namanya.”

Bu, Bu. Itu bukan pamali. Itu namanya… hmm, pernah denger istilah matre kan?

Dan, gua akan menutup postingan kali ini dengan sebuah peringatan:

Bagi Anda, para pria Indonesia yang waras, waspadalah! Bahaya laten itu sudah ada di dekat Anda!

Waspadalah! Waspadalah!

*postingan ini hanya untuk hiburan semata

Ini Medan, Bung!

Posted in stories with tags , , on June 1, 2009 by roy saputra

*suara om-om iklan TV Media gitu*

Anda merasa bosan? Jenuh dengan kehidupan Anda? Merasa butuh tantangan? Kalau jawaban Anda iya, maka… AHA! Ini yang Anda butuhkan:

angkot medan

Jalan-jalan dengan angkot Medan

Jalan-jalan di Medan kemarin, gua sebut dengan mini backpacker. Itu karena gua nginep gratisan di rumah temen gua, dan kita kemana-mana selalu naik angkot.

Nah, di sinilah dimulainya sebuah cerita.

Naik angkot di Medan itu rasanya NGERI BANGET. Dikit-dikit mau nabrak, dikit-dikit mau ngelindes. Sepertinya ketiga pedal di kaki supir itu pedal gas semua, dan si Supir merasa ada balon di sekeliling mobilnya. Lu kira bom bom car!

Kelakuannya kayak supir metromini di sini… yang notabene memang kebanyakan datangnya dari Medan.

Ini masih mending, di jalan-jalan kota. Yang paling gawat adalah ketika gua naik bus menuju Danau Toba yang merupakan jalan nanjak naik ke gunung.

Sebelum naik bus, seharusnya ada kotak yang bertuliskan: Letakkan nyawa Anda di sini, nanti turun ambil lagi.

Sumpe, syerem bener. Bus yang berisikan 40-an orang itu dibawa bermanuver oleh supir yang sepertinya dilatih menyetir secara khusus oleh Gus Dur. Dia nyalip pas tanjakan aja gitu lho. Nyalip pas belokan aja gitu lho, yang mana sudut pandangnya menjadi sangat minim.

Masih kurang tantangan? Belum cukup menegangkan?

Bayangkan ada jurang di kiri-kanan, yang kalo kita jatuhkan Agnes Monica di sana niscaya akan berubah menjadi Mpok Nori. It’s very frightening!

Kesemuanya itu ditambah dengan para penumpang yang jika ingin berhenti berteriak dengan desibel yang cukup jaya.

“Bang, berhenti!”

Karena asik bermanuver, si Supir ga denger.

“BANG, BERHENTI!”

Masih belum berhenti.

“BERHENTIIIII!” Sambil gedor-gedor jendela.

Di tahap ini, gua sangat berharap bisa menemukan kamera dan Komeng yang berteriak: “Selamat! Anda masuk di acara NGERJAIN ORANG GANTENG.”

Fyyyiiiuuuuh.

Tapi,

Semua itu menyenangkan karena bisa menambah pundi-pundi cerita hidup gua. Meski di beberapa perjalanan gua merasa kangen dengan orang-orang di Jakarta.

Melihat ke luar jendela dan hanya bisa melihat langit Medan. Birunya mungkin sama, aromanya mungkin sama, tapi orang-orang yang dinaunginya yang berbeda.

Dan ketika rasa kangen itu muncul, gua memasang earphone dan memutar sebuah lagu

Jika aku sudah tua nanti
Aku ingin punya yang berarti

Ah, feels like home.

Si Roy Pergi ke Medan

Posted in stories with tags , , on May 27, 2009 by roy saputra

medan, 21 - 25 mei 2009

Kamu bisa mengganti Roy dengan Sarimin dan Medan dengan pasar, untuk mendapatkan sebuah phrase yang sangat terkenal itu.

Anyway,

Tanggal 21-25 Mei kemarin gua melakukan a-getaway-from-routinity ke Medan, Sumatra Utara. Semua itu gara-gara Bondan Prakoso Winarno dan acaranya yang bernama si lumba-lumba Wisata Kuliner.

Gua jadi ngidam pengen wisata kuliner ke Medan. Dan postingan kali ini akan bercerita tentang ngidam yang kesampean itu.

Wisata Kuliner di Medan

Hari pertama, begitu mendarat gua langsung menuju ke Kwetiau Ateng (jalan Sumatra). Kwetiau di sana beda sama yang di Jakarta. Lebih lebar tapi lebih pendek. Udah gitu masaknya pake arang. Rasanya… ANJRIT ENAK BANGET.

Biar makin mantap, gua pesen minum dua sekaligus. Jus terong belanda ama jeruk kitna. Rasanya asem-asem gimanaaa gitu. Tapi seger sih.

(baru mosting hari pertama aja, gua udah ngiler)

Abis makan kwetiau, gua menuju daerah Kampung Keling karena konon katanya sakitnya karena di guna-guna… hmmm, fokus Roy. Karena konon katanya di sana banyak yang jual makanan India.

Di sana gua makan roti cane. Ya, rasanya lumayan lah. Baru keluar dari satu warung makan India, gua langsung menengok ke warung sebelah dan menemukan bahwa di sana menjual makanan dengan nama yang cukup aneh. Mie balap dan es koteng.

Kalo di Jakarta adanya SEkoteng, maka di Medan adanya ESkoteng. Dan rasanya, sumpah, tak terdeskripsikan. Mie balapnya ternyata membuat gua dan temen gua balapan minum aer. PEDES BANGET.

Demi merasakan nikmatnya jadi anak gaul Medan, gua menyempatkan diri untuk mampir ke Sun Plaza. Di sana ngapain? Ya, makan lagi. Hahaha.

Malemnya gua ke Merdeka Walk buat makan dim sum Nelayan. Rasanya yaaaa, lumayan lah.

Hari kedua dan ketiga gua habiskan di Danau Toba dan Pulau Samosir. Makanan di sana ga ada yang istimewa, menurut gua.

Pulang dari Toba, gua mampir ke daerah Golden buat makan bubur babi. Ga selesai sampai di situ, gua makan nasi babi panggang. Ga lupa mesen telor lapciong. Rasanya… ENDANG BAMBANG (baca: enak banget). Biar makin asoy, gua minum martabe, alias perpaduan markisa ama terong belanda. Rasanya… maknyus!

eunak tenan

Masih lapar akan makanan, gua menuju daerah Titi Bobrok buat nyobain Sop Sumsum. Setelah membayar 30.000, apa yang gua dapatkan?

sop sumsum

Kaing… kaing… disangka gua anjing apa?

Itulah dengkul sapi seharga 30.000. Gua cuman bisa nyedot-nyedot dikit bagian dalemnya. Bingung apalagi yang bisa dimakan padahal udah bayar mahal-mahal, hampir aja gua membawa pulang piringnya sebagai souvenir.

Hari keempat, buat sarapan gua makan bubur ayam Cirebon di depan Museum Batak. Ramenya udah kayak apaan tau. Makanya gua penasaran.

Aneh juga ya, gua ke Medan tapi malah makan bubur ayam Cirebon. Biar impas, kalo gua ke Cirebon gua makan Soto Medan dah.

Hari keempat gua lewatin di Brastagi. Di sana makan chinese food yang rasanya standar tapi harganya mahal. Kenapa mahal? Ternyata pelayannya cantik-cantik. Mungkin harga makanannya udah termasuk ongkos buat beli bedak.

Pulang dari Brastagi, gua makan sebuah makanan yang wajib gua coba sebelum pulang: Babi Panggang Karo atau bisa disingkat BPK. Warung makan yang menjual BPK banyak ditemuin di daerah Simpang Pos. Rasanya? EUNAK TENAN.

endang bambang

Dari situ, gua sempet makan es krim Fountain (murah meriah tapi enak) dan lanjut ke jalan Semarang dan Selat Panjang. Di sana udah kayak di Hongkong. Kanan kiri banyak banget warung makan. Tergiur dengan satu warung makan yang rame, akhirnya gua memesan menu utama di sana: Kwetiau khek. Rasanya… NENDANG NAMPOL NONJOK BANTING. Enak bangeeeeeeet.

Di hari kelima, sebelum pulang gua nyobain lagi Soto Medan di jalan Gatot Subroto. Rasanya… SUMPAH ENAK BANGET. Bikin nagih.

nendang abis

Pulang dari Medan, celana gua banyak yang ga muat. Hahaha. Pokoknya makanan di sana cocok banget ama gua. Nyam-nyam.

Ya suw, segitu dulu laporan wisata kuliner gua selama di Medan. Di postingan berikutnya gua akan menceritakan perjalanan ini dari sisi yang lain.

See you, folks! ^^

Interpiu #2 dan, Iya, Saya Akan ke Medan!

Posted in project with tags , , on May 18, 2009 by roy saputra

Setelah kemaren gua diinterpiu oleh adik kelas gua di kampus, kali ini giliran pihak Bukune yang dipaksa, dibujuk, dan diteror beruntung untuk ngeinterpiu gua. Berikut petikan dari interpiu tersebut. Sumbernya dari sini.

doROYmon

Ngobrol [lagi] bareng Roy!

Penulis yang satu ini emang terbilang eksis bikin buku. Pengalamannya yang buanyakkk, bikin ia jadi produktif dalam hal tulis-menulis. Siapa lagi kalo bukan Roy Saputra. Setelah sukses dengan buku pertamanya yang berjudul The Maling of Kolor, kini ia hadir kembali dengan buku keduanya yang berjudul Doroymon.

Yuk, kita ngobrol seru lagi bareng Roy. Berikut adalah wawancaranya.

Hai, Roy. Sibuk apa nih sekarang? (pertanyaan standar, masih sama kayak wawancara buku pertama)

Kerja (jawaban standar, masih sama juga kayak wawancara buku pertama)

Ceritain dikit dong tentang buku Doroymon ini!

Jadi, ceritanya ada seorang cewek yang suka sama cowok. Eh, ternyata cowoknya ini vampir. Eh tunggu, itu mah cerita Twilight ya. Buku Doroymon itu bergenre personal literature (Pelit). Jadi buku ini menceritakan kisah nyata gua selama empat tahun kuliah di Teknik Industri UI.

Kok masih inget cerita selama 4 tahun kuliah? Ditulis dalam diary atau gimana?

Diary masa kuliah gua masukin di satu folder yang bernama ‘Folder Rencana Gila’ bersamaan dengan beberapa file lainnya, seperti ‘10 Langkah Awal jika Alien Study Tour ke Bumi’, dan ‘Budi Anduk For President’. Gak denk, gak ada diary-diary-an. Hehehe. Beberapa kejadian lucu atau yang memorable masih gua inget banget. Tapi ada beberapa cerita juga yang gua konsultasikan dengan beberapa temen.

Apa yang membedakan buku Doroymon ini dengan Pelit-Pelit yang ada sekarang?

Ada dua hal utama yang membedakan Doroymon dengan Pelit yang lain. Satu, alur ceritanya lurus. Satu bab dengan bab lainnya itu saling berhubungan, jadi ngebacanya itu gak bisa loncat-loncat. Dua, buku ini ada soundtrack-nya.

Ceritain dikit dong tentang lagunya! Kenapa mesti pake lagu?

Buku ini menceritakan kisah nyata. Lagu ini ada di dalam kisah nyata itu. Jadi rasanya gak adil dan gak lengkap kalo lagu ini gak dimasukin sebagai unsur penceritaan dari buku ini. Dan, puji Tuhan, respon pembaca terhadap lagunya sampai sejauh ini sangat positif.

Kalo buku pertama kamu kan fiksi tuh, ada kesulitan gak nulis buku bergenre Pelit yang non-fiksi?

Awal-awal sih ada. Selalu ada kecenderungan untuk tergesa-gesa dalam menceritakan karena ini kisah nyata. Tapi setelah baca ulang tulisan draft pertama, gua jadi engeh salahnya dimana aja dan dibenerin deh. Prosesnya terus berulang sampai gua merasa cukup puas dengan draft yang ada.

Apa pendapat teman-teman kuliah kamu soal buku Doroymon ini? Apa mereka gak marah namanya dimasukin ke dalam buku?

Semuanya sangat mendukung selama proses penulisan. Semuanya juga gak sabar menunggu bukunya keluar. Pas udah rilis dan pada baca, respon yang gua dapet sejauh ini sangat memuaskan.

Ada pesen-pesen buat yang udah maupun belum baca Doroymon?

Kalo ini dibilang buku komedi, banyak orang yang gak setuju karena mereka terharu membaca buku ini. Kalo ini dibilang buku drama, banyak orang juga gak setuju karena mereka ngakak baca buku ini. Tapi, rasanya semua setuju kalo buku ini adalah buku persahabatan yang ada tawa, tangis, haru… semuanya jadi satu deh. Makanya, buruan beli! ^^

*foto di atas diambil dalam rangka pembuatan cover Doroymon

Bener-bener banci interview dah gua. Huehehe.

Selain itu, gua dapet wall facebook dari seorang pembaca:

Wall dari Hilda Efrina

Aslm.
Makasih ya Bang Roy buat novel lo. Sumpah, dari seluruh novel yang gw hunting di GM, cuma novel lo yg bener-bener bertemakan persahabatan. Setiap halaman dari novel lo selalu bisa ngebuat gw ketawa ketiwi juga ngakak, tapi di lain halaman juga bisa ngebuat gw jadi termehek-mehek.

Kisah persahabatan yang lo paparin bener-bener ngebuat gw jadi terharu. Kisah waktu kalian saling tolong menolong ngebuatin tugas temen kalian yang padahal baru kalian kenal. Kisah waktu lo kecewa karena lo ngerasa ditinggalin temen-temen lo. Juga kisah haru biru waktu lo berpisah dari temen-temen lo.

Coz sekarang gw juga lagi ngerasain semua perasaan lo pada waktu itu. Semuanya terlalu manis tapi juga terlalu sedih untuk diingat dan dikenang.

Btw, walopun kisah persahabatan gw ga sehebat kisah lo, walopun temen-temen gw bukan sahabat yang sempurna, tapi mereka sahabat terbaik gw dan gw bener-bener bahagia karena udah dianugrahkan Tuhan sahabat seperti mereka.

Dan 1 hal lagi, gw bener-bener sangat tidak menyesal udah ngebeli 2 buah novel lo buat sahabat-sahabat terbaik gw

Makasiiii ya, Hilda! You’re so kind! Gua seneng banget kalo apa yang gua pengen sampein ternyata didapet sama pembaca buku ini. Makasi ya! ^^

On a different topic, pagi tadi gua ditag ama Radit di salah satu notesnya yang bercerita tentang quarter life crisis. Abis baca notes itu, gua pun hanya bisa bilang:

“Iya, kayaknya gua lagi ngalamin itu.”

Gua sedang bosan dengan kehidupan sosial gua, merasa kesepian, dan kangen dengan masa kuliah/sekolah. Yup, I admit it, I’m having my quarter life crisis.

Itu ditunjukkan dengan beberapa aktivitas gua belakangan ini:

- Lebih sering ngelamun
- Suka chatting dan pasang status fesbuk ga jelas
- Minum Starbucks setengah harga sendirian
- Nge-upload dan ngetag foto-foto lama
- Ngedengerin lagu-lagu jaman 80′an. Men, bahkan gua baru lahir taon 80′an, kok bisa-bisanya gua tau lagu 80′an? Errrrrgggh.

Dan, menurut gua, untuk mengatasi hal itu, gua perlu letupan-letupan kecil dalam hidup ini. Salah satu dari letupan itu adalah ini.

MINI BACKPACK KE MEDAN
21 – 25 Mei 2009

Seorang teman bertanya, kok gua iseng banget ya bekpekeran ke Medan? Gua hanya menjawab:

“I’m just trying to live my life to the fullest”

Dengan siapa gua pergi? Dengan dua orang teman, yang salah satunya adalah Ade Putera. Buat yang udah baca Doroymon, masih inget dengan Ade Putera temen sekos gua kan?

danau toba

Ade: “Roy, di Medan ada lengkeng ga?”

The Master: Mencari Bintang Tanpa Beha

Posted in stories with tags , on May 11, 2009 by roy saputra

Eh, hm, tag linenya itu harusnya ‘mencari bintang tanpa mantra’ ya? Ah, tapi kedua finalisnya juga ga pake beha kan? Ya udah, kalo gitu berarti bener donk? Iye donk? Ye, jangan sewot donk. Situ oke???

Oke, lanjut ke postingan kali ini.

Siapa yang ga tau The Master? Kompetisi sulap yang disiarin di RCTI ini, memang lagi hot-hotnya. Dan kemarin, acara ini mencapai puncaknya (apa masih ada lagi?). Jumat kemarin, The Master menggelar malam final inagurasi, yang mempertemukan:

Joe Sandy
ahli mentalist

v

Limbad
tukang debus

Pertarungan yang sangat menarik untuk disaksikan. Ini adalah persaingan antara otak lawan otot. Pertandingan yang menyerupai pertarungan Harry Porter dengan… hm, siapa itu nama musuhnya? Oiya, Harry Porter versus Ki Joko Bodo.

joe vs limbad

“Wingardium Leviosa!”
akan dibalas dengan,
“Piye ora ojo ngono!”

Nah, mungkin kamu udah pada tau siapa yang menang. Tapi gua ingin melihatnya seperti ini.

(imajinasi mode: on)

Ada dua tim sarana The Master. Sebut saja tim A dan tim B. Tim A ditugaskan untuk membantu Limbad, tim B ngebantuin Joe Sandy. Setiap tim sarana lalu melakukan rapat dengan finalis yang dibantunya. Selesai rapat, ketua masing-masing tim ketemu di kantin lalu ngobrol-ngobrol sambil ngopi.

Ketua tim A (KTA): Sial nih!
Ketua tim B (KTB):
Kenapa, A?
KTA:
Buat final besok, si Limbad minta mobil box, motor roda tiga, beling, rante besi… ARGH! Ribet deh pokoknya.
KTB:
Ooo.
KTA:
Terus dia minta paku, kawat, batu…
KTB: Dia ga minta semen ama pasir? Ini mau sulap apa mau bangun mushola?
KTA:
Iya, tau tuh. Asal jangan minta traktor aja.

Tiba-tiba Limbad nongol.

Limbad: A, sekalian kalo bisa traktornya ya! C Aminor Dminor ke G! (pergi lagi sambil nyanyi lagu Kuburan Band)
KTA: %&$&@%#&$#&!

KTB coba bersimpati dengan ketawa-ketawa sambil nunjuk-nunjuk muka KTA. Sungguh, setia kawan sekali dia.

KTA: Kalo si Joe Sandy minta apa?
KTB: Spidol.
KTA:

(imajinasi mode: off)

Dan seperti yang kita semua tau, yang menang adalah Joe Sandy.

Gua jadi teringat dengan sebuah quotes yang seorang dosen pernah sampaikan ke gua waktu kuliah dulu.

Simplicity is the ultimate sophistication.

Rumus Cinta ala Roy Saputra

Posted in thoughts with tags , , on May 5, 2009 by roy saputra

Mulai dari pagi, gua berbalas-balas SMS dengan seorang teman dan membahas betapa wanita dan pria dua makhluk yang bener-bener jau berbeda.

Men are from Mars, women are from Venus…

men and women

…tapi semua kalo pipis ya di WC

Berlanjut ke siang hari, gua chatting dengan seorang teman dan -masih- membahas betapa wanita dan pria benar-benar makhluk yang sangat kompleks.

Perbincangan itu terus berlanjut sampai ke titik ini. Cinta antara cowo dan cewe.

“Ya cinta emang ribet, Roy,” kata temen gua di ujung sana.

Gua buru-buru menjawab,

“Cinta itu simple.

Cowo suka cewe
Cewe suka cowo
Arus bolak-balik
Nyetrum
Korslet
Jadian deh

Yang bikin ribet itu:

Cowo suka cewe
Cewe suka cowo
Temen-temen si cewe ga suka si cowo
Temen-temen si cowo suka juga ama si cewe
Bapaknya si cewe ternyata majikan bokap si cowo
Nyokapnya si cowo musuhan sama pembantunya si cewe
Arus bolak-balik
Nyetrum
Korslet rame-rame
Mledug
Mati.”

Betapa manusia yang bersosialisasi malah justru kehilangan sudut pandang yang sederhana. Betapa ’suka sama suka’ udah ga bisa lagi mendasari suatu hubungan.

Betapa,

uang,
mobil,
kedudukan,
atau strata hidup

menjadi faktor-faktor yang ga kecil lagi dewasa ini.

Maafkan gua kalo ternyata gua salah. Tapi gua yakin… in your heart, you know it’s right.

Lagu Balada: Manohara Pinot

Posted in songs with tags , , on May 1, 2009 by roy saputra

Tau Manohara Pinot?

Kalo belom, klik aja di sini. Kalo males ngeklik, ini sedikit penjelasannya.

Manohara Odelia Pinot, gadis cantik yang pernah menjadi model di Indonesia, memang baru berumur 17 tahun. Namun perempuan keturunan Prancis itu telah menikah dengan putra Raja Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry.

Dan saat ini, ibunda Manohara (Daisy) sedang mengusahan kepulangan Manohara ke Indonesia karena mendengar kabar bahwa Manohara menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Udah? Nah, sekarang lanjut ke inti postingan kali ini. Gua akan perkenalkan kamu sebuah band balada masa kini.

HALO! HALO! Perkenalkan saye ini Marjoni. Saye ini pokalis sebuah band balada. Tau kan balada? Lagu yang termehek-mehek mau mati nyebur jurang gitu deh.

Saye ga sendirian. Ada Herman Ngantuk megang bass, dan Haji Jeje di drum. Kalo di luar sana ada band yang bernama Hijau Daun, nah kalo band kami namanya KUNING TAI. Hebat kan? Hehehehe.

Nah, kali ini band KUNING TAI bakal bawain sebuah lagu buat Neng Manohara ama ibunye. Ini kami lakuin sebagai wujud rasa simpati kami buat mereka.

Bass siap?

“Siap!”

Drum siap?

“Siap!”

Krecekan siap?

“Siap!”

Lilin siap?

“Si… Lho? Ini kita mau ngeband apa ngepet? Kok pake lilin?”

Oke. Ini die lagu balada sebagai aksi simpatik!

detikhot

(suara kecrekan)
Crek ecrek ecrek

Cewe matre cewe matre gak ada otak nye
Cewe matre cewe matre ngandelin cowo nye
Cewe matre cewe matre ke laut aje
Cewe matre cewe matre aha aha aha

Cewe matre suka cowok berduit
Pertama jalan nya genit lalu mencubit
Lama kelamaan tingkahnya kayak demit

Itulah sifat dari cewe matre
Kagak bakal suka orang kere
Soalnya yang diincer cuma harte

Cewe beginian nih butuh modal gede
Elo elo pada kalo dapet cewe matre
Jangan serius apa yang di kate
Daripada jadi berabe
Mendingan elo cari cewe yang wajar dan asik aje

Cewe cewe tuh cewe
Cewe matre jaman sekarang pada gile-gile
Gue kagak tau sebab entah kenape
Di kota gede banyak cewe matre
Apakah orang pada naek BMW
yang jadi sasaran empuk para cewe matre

Ee.. kenapa begini ee..kenapa begitu
Si cewe matre mulai mendekati si borju
Si borju diem aja kayak orang dungu
Ketika diajak bercanda bercumbu rayu

Uu aa uu aaa
I don’t what is mean but he like it a lot
Ternyata mereka sedang … (suit suit….)

Cewe matre dibiarin pada gawat
Bisa-bisa elo-elo pada salah urat
Diplorotin sama tuh cewe sampe melarat

Cewe matre cewe matre gak ada otak nye
Cewe matre cewe matre ngandelin cowo nye
Cewe matre cewe matre… KE LAUT AJE!

ke laut aje

Mari kita hitung, ada berapa cewek matre di dalam sana

Sekian dari kami, KUNING TAI! Sebuah persembahan sebagai wujud rasa simpati kami kepada Matrehara…

“Manohara.”

Oiya, Manohara dan keluarganya yang matre…

“Sederhana”

Oiya, yang seder… Hah? Ah, dia becanda.

Jangan lupa, nantikan terus penampilan kami yang membahas topik-topik hangat! Dan, sebagai penutup, saye akan berpantun.

Beli buaya, di Cilandak
Buaya air asin, warna merah hati

Daripada suami kaya, tapi galak
Mending ama saye yang miskin, tapi baik hati

Interpiu #1

Posted in project with tags , , on April 27, 2009 by roy saputra

Cekidot (baca: check it out)

buletin TI

Gara-gara gua menulis tentang kehidupan kuliah gua di TI UI, maka dengan baik hati para junior gua memasukkan profil gua ke dalam sebuah buletin bulanan. Ga hanya profil, mereka pun mewawancarai gua.

Berikut potongan dari buletin itu.

———

Data diri:

Nama lengkap: Roy Saputra
Panggilan: Roy / Doroymon / Kalo dipanggil “Maling!” kadang juga suka nengok kok meski diikuti dengan aktivitas berlari yang cepat.
TTL: 14 September 1985
Hobi: Musik, Olahraga, Buku
Moto hidup: To be or not to be (Shakespare), kalo ga noda ya ga belajar (Rinso).
Kata-kata favorit: Gua rasa cukup sampai di sini (ini antara keseringan mutusin cewek… atau keseringan pulang nebeng temen)

“Siapa sih yang ga tau Roy Saputra, senior kita di TI UI tahun 2003 lalu? Jelas kita semua sering denger tentang sosok pria ini, ditambah lagi kakak kita ini baru aja ngeluarin buku keduanya yang berjudul Doroymon. Serunya lagi, buku ini ceritain kehidupan sang penulis selama kuliah di TI UI dulu. Dan untuk lebih lanjutnya, berikut adalah tanya jawab singkat dengan Roy Saputra seputar buku keduanya…”

Hai Roy,, certain tentang kegiatan lo sekarang ini dong ngapain aja

Hai juga. Kalo pagi sampe sore, kesibukan gua adalah menjadi pegawai kantoran biasa. Kalo malem suka nulis dikit-dikit. Tapi kalo lagi ga nulis, malem-malem gua suka menumpas kejahatan (halah)

Denger-denger lo sekarang ini udah mulai bikin-bikin buku ya? Gimana ceritanya sih bisa ampe nulis novel dan naik ke percetakan?

Denger-denger sih gitu. Ceritanya? Jadi begini. Pada suatu hari… oke, let’s skip the intro.

Awalnya sih dari hobi nulis aja. Dari awal-awal kuliah, gua udah mulai nyoba masukin naskah ke beberapa penerbit, tapi selalu ditolak. Sampe dua taon lalu, gua nulis lagi dengan ide baru yang gua rasa seru juga buat dijadiin buku. Pas udah jadi, nyoba masukin ke beberapa penerbit lagi. Eh, ga taunya kali ini keterima. Setelah melalui proses yang panjang dan berliku, akhirnya berhasil juga bukunya masuk ke pasaran.

Ada yang bilang buku kedua lo ini cerita tentang kehidupan lo selama di Teknik Industri ya? Ada alasan tertentu ga? Ga takut jadi terbatas pembacanya?

Iya, buku kedua gua yang berjudul Doroymon ini (udah pada beli belom?) bercerita tentang empat tahun kehidupan gua selama di TI UI. Ada tiga alasan kenapa gua nulis buku tentang ini. Satu, karena tema buku jurnal pribadi kayak gini lagi booming di pasaran. Dua, karena selama empat tahun itu gua mengalami banyak banget cerita yang rasanya sayang banget kalo ga dibagi ke orang banyak. Tiga, buku ini sebagai hadiah buat temen-temen TI UI 2003.

Masalah pembacanya terbatas atau ga, menurut gua itu tergantung teknik menulis dan cara penyampaiannya aja. Seberapa detail lo bisa menceritakan sehingga orang di luar TI UI juga bisa ikut membayangkan suasananya. Gua juga pilah-pilih cerita mana aja yang gua masukin ke dalam buku untuk menghindari kesan ‘lokal’-nya.

———

Dan masih ada pertanyaan-pertanyaan lain. Kalo mau tau lebih lanjut, save image yang di atas trus di zoom-zoom deh. ^^

Masih soal buku Doroymon, gua mau posting sebuah email yang masuk.

Email dari Magrid

Buku yang bagus banget. Iri dech dengan kekompakan anak-anak TI UI 03, hehe.

Aku kuliah di Atma Jaya Jogja fakultas ekonomi akuntansi angkatan 05. Angkatanku ada 300-an anak, bayangin aja tuch, gimana bisa kompak satu angkatan, hehe.

Abis baca buku ini buat aku kangen banget ama temen-temen kuliahku yg udah jarang banget ketemu lagi karena masing-masing sibuk kuliah, KKN, ama skripsi.

Pengen lagi jalan bareng, nongkrong bareng, gosip bareng, dan tentunya belajar bareng dunk. Aku jadi berniat untuk bener-bener manfaatin waktuku yg udah ga lama lagi di kampus ini. Karena suatu saat nanti aku bakalan kangen banget ama kampus ini, ama anak-anaknya, ama dosen-dosennya, dll dech. Baca buku ini menyadarkanku bahwa setiap kejadian dalam kehidupanku akan mempunyai kenangan manis tersendiri di 5 atau 10 tahun yg akan datang ^_^

Sukses yach buat kamu. Gbu ^_^

Nb: ditunggu buku berikutnya, hehe..

Makasiiiiiiiii ya, Magrid!

Kalo soal kekompakan dalam jumlah yang besar itu emang lebih sulit kalo dibandingin jumlah yang lebih kecil. Tapi, kalo ada niat pasti ada jalan. Sukses juga buat kamu yach, Grid!

Oiya, kali ini buku Doroymon direview lagi oleh kimi. Gua suka banget sama review yang ini. Berikut sepenggal review-an dari kimi.

“…membuat saya seperti naik roller coaster. Terkadang saya terkikik geli, senyum dikulum, atau tertawa lepas. Terkadang pula saya meringis, terharu, bahkan nyaris menangis di depan ramai orang.”

Makasiiiiiii ya, Kim! ^^

Hujan Kemarin dan Bumi Hari Ini

Posted in pictures with tags , , on April 22, 2009 by roy saputra

Kemarin, bertepatan dengan hari Kartini, Jakarta dilanda hujan lebat. Hmm, mungkin lebih tepat kalo disebut hujan disertai puting… duh, tiba-tiba menggelinjang… puting beliung.

Dari kantor gua yang di lantai 8, gua bisa ngeliat langit putih banget. Pertanda akan ada hujan besar. Suerem dah! Dan sekitar pukul 3.30, fenomena alam itu pun mulai.

menembushujan01

Sesaat sebelum hujan

JEGER!
SYUNG!
BRRRR!

Hujan guede banget! Boleh diadu deh gedenya ama Pretty Asmara. Ditambah lagi angin yang lewat juga kuenceng buanget! Boleh diadu deh kencengnya ama peserta Ojek Race.

Belum lagi kilat dan geledek yang sebentar-sebentar bikin langit makin keliatan serem. Orang di kantor gua semua pada berenti kerja sejenak buat ngeliat ke arah jendela dan terpaku atas pemandangan yang mereka liat itu.

Gua lalu turun ke lobby bawah dan ngeliat keluar untuk bisa lebih merasakan efeknya. Pohon-pohon udah kayak mau copot dari akarnya. Tenda Starbucks di gedung kantor gua aja udah mau terbang ketiup angin.

Bener-bener ajaib ujannya. Gua ampe merinding.

Setelah 2-3 jam akhirnya ujan pun reda. Dan seperti kata Ibu Kartini…

hi1

Habis gelap, terbitlah terang

Hujan yang disertai puting… duh, menggelinjang lagi… puting beliung itu menyisakan beberapa cerita.

tower2

Sebuah tower radio roboh, menimpa sebuah rumah

balkot4

Pohon-pohon bertumbangan

shell51

Pom bensin Shell di deket rumah gua ancur berantakan

Gambar-gambar di atas diambil dari detik.com

Semua itu membuat gua makin merinding dan teringat bahwa kita ini bukan apa-apa dibanding alam yang luar biasa itu. Kita ini kecil banget dibandingkan dengan kehebatan alam.

Dan hari ini, 22 April 2009, gua baru keinget lagi… kalo hari ini harinya Bumi.

earth-day-logo

Happy Earth Day

Selamat hari Bumi ya, Bumi. Maafkan kalo kami masih suka ga inget sama kamu. Tapi gara-gara ujan kemaren, gua jadi inget kalo Bumi itu ada dan sungguh luar biasa.

NB: Setelah Pemilu yang lalu, lagi-lagi Starbucks berbaik hati.

starbucks1

Gua mau bawa ember ah. Hehehehe.

Foto-Foto Saat Liburan Panjang Kemaren

Posted in pictures with tags , , on April 15, 2009 by roy saputra

Liburan panjang kemaren, gua kumpul bareng temen-temen kuliah di Senayan City. Kalo ada yang ke sana hari Sabtu dan merasa ada yang berisik banget di food court-nya… IYA, ITU KAMI. Huehehehe.

Abis makan di food court, kami bingung mau ngapain ya. Sampai Cesi datang dengan satu ide yang brilian.

Cesi: Gue tau!
Gua: Kemana, Ces?
Cesi: Kita ke pusat tabulasi KPU aja di Hotel Borobudur.
Gua:

Setelah melewati diskusi yang panjang, akhirnya kami sepakat untuk pergi ke kota tua di daerah Kota. Dan di sana kami foto-foto.

cewek muda di kota tua

(logat Belande) Eike laper nih *nengok-nengok nyari tukang siomay*

pup rame-rame

Yang dua lagi pup, yang satu lagi pipis

Gua kepikiran sebuah pose yang keren. Kami biasa foto bentuk ngelingker terus difoto dari bawah. Gua kebagian tugas buat ngefoto.

Gua: *sambil jongkok-jongkok* Udah siap belom?
Yang laen: Belom.
Gua: *makin jongkok* Udah belom?
Yang laen: Belom.
Gua: *ampir kayang di jalan* Udah belom?
Yang laen: Udah!
Gua: Anjrit! Gua kram perut!

JEPRET!

lingkaran

Gua: *sambil ngeliat-liat hasil foto* Kalo foto kayak gini mah ga usah di kota tua juga bisa kali ya. AH, SIAL.

Lalu yang cowo-cowonya “terhipnotis” nonton tukang obat jualan selama hampir 2 jam. Kalo kata temen gua, itu tukang pil tangkur. Huehehehe… gua juga ga tau apaan tuh pil tangkur. Tapi pas dia ngomong gitu rasanya lucu aja.

Yang cewe-cewe? Lanjut foto-foto.

ngobrol santai

Ngobrol santai kayak anak pantai

sepeda

Cape ngeliatin orang dari tadi foto-foto mulu

Dan ini dia foto favorit gua:

copet!

The Maling of Kolor Tas beraksi lagi

Hah.

Di saat kaula muda berjalan-jalan di mal.
Di saat eksekutif muda bersantai di cafe-cafe.
Kami malah foto-foto di kota tua.

Mungkin membosankan.
Mungkin ga elit.
Mungkin kampungan.

But it’s fun.

Dan kota tua itu tak akan pernah sama tanpa kehadiran kalian.

kota tua

It will never be the same

———

NB: Doroymon udah direview lagi. Kali ini oleh dimas novriandi, lynn, amoebastrix, dan mbot. Makasi ya! ^^